Berita Mojokerto

Dianggap Mampu, 526 Warga Kota Mojokerto Batal Dapat Bantuan Sosial

Pemkot Mojokerto mencoret 526 warga dari daftar penerima bantuan sosial karena dianggap mampu dan tak terdampak covid-19 secara ekonomi.

surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat meninjau realisasi penyaluran bantuan sosial untuk warga terdampak Covid-19 di Kota Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto mencoret 526 warga dari daftar penerima bantuan sosial. 

Mereka dicoret dari daftar penerima bansos karena dianggap dari kalangan keluarga mampu.

Bahkan sebagian dari mereka juga telah mengklarifikasi pada petugas dan mengembalikan bantuan sosial tersebut.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menjelaskan pihaknya terus melakukan verifikasi dan validasi data bagi penerima bantuan sosial (bansos) warga terdampak Covid-19.

Hasilnya, dari 11. 556 Kepala Keluarga (KK) telah dilakukan pemblokiran sebanyak 526 penerima karena mereka dinilai telah mampu dan mandiri.

"Nantinya dari data 526 penerima bantuan yang diblokir itu akan diberikan kepada warga yang berhak menerima," ungkapnya, Selasa (12/5/2020).

Ia mengatakan masyarakat agar proaktif jika berhak menerima bantuan namun belum terdata diharapkan segera melaporkan pada petugas di lingkungannya masing-masing.

Sedangkan bagi warga mampu dan menerima bantuan agar melaporkan pada petugas misalnya, ketua RT/RW dengan membawa kartu keluarga (KK) dan kartu identitas (KTP) penerima. Nantinya, data penerima ini akan diberikan kepada petugas Dinas Sosial Kota Mojokerto untuk dilakukan verifikasi dan validasi.

"Jadi proses ini akan kelihatan jika penerima adalah warga mampu maka secara otomatis akan diblokir sehingga jatah bantuan bisa disalurkan kepada warga lain yang terdampak," jelasnya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved