Berita Jawa Timur

Soal Kebijakan Asimilasi Napi, ini Komentar Kapolda Jatim yang Baru

Terlepas dari adanya pro dan kontra adanya program tersebut, Imran mengaku tetap menganggap pemerintah memiliki kalkulasi yang lebih matang

SURYA.CO.ID/Luhur Pambudi
Kapolda Jatim, Irjen Pol M Fadil Imran saat ditemui awak media di Lobby Gedung Tri Brata Mapolda Jatim 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

SURYA.co.id | SURABAYA - Kapolda Jatim yang baru, Irjen Pol M Fadil Amran akan tetap mendukung segenap kebijakan yang dibuat pemerintah pusat.

Termasuk,  program pengeluaran ataupun pembebasan napi yang tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020.

Kepmen itu berisi tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Terlepas dari adanya pro dan kontra adanya program tersebut, Imran mengaku tetap menganggap pemerintah memiliki kalkulasi yang lebih matang perihal pembuatan suatu kebijakan.

"Setiap kebijakan pasti sudah ada hitung hitungan untung ruginya, kami akan mendukung setiap apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat," katanya di Lobby Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Senin (11/5/2020).

Perihal adanya potensi pengulangan kejahatan yang dilakukan para napi yang telah bebas, Imran tak ingin reaksioner menanggapi hal tersebut. Ia akan mengkalkulasi secara rinci potensi tersebut di wilayah Jatim.

"Persoalan kemudian ada satu dua napi mendapatkan asimilasi yang melakukan tindak pidana lagi, nanti kami akan ambil langkah-langkah preventif persuasif, sampai dengan penegakan hukum," terangnya.

"Kami kan harus ada data, bukan hanya katanya, cuma 1 dan itu tidak terjadi di jatim, terus kemudian seolah-olah kita menganggap bahwa itu terjadi di Jatim," jelasnya.

"Nanti kami akan evaluasi ada berapa datanya, apa bentuk perbuatannya, lalu kami akan susun langkah langkah pemolisian yang terukur dan tepat, apakah persuasif edukatif atau pemberdayaan sehingga dia tidak melakukan perbuatan hukum kembali," pungkasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved