Breaking News:

Smartwealth

Pentingnya Investasi Bagi Perempuan

Sama seperti semua orang, perempuan tentunya memiliki tujuan hidup. Menyekolahkan anak ke jenjang lebih tinggi, pergi haji atau menghajikan orangtua,

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Adrianus Adhi
Bank Commonwealth
Pentingnya Investasi Bagi Perempuan 

SURYA.co.id, Surabaya - Sama seperti semua orang, perempuan tentunya memiliki tujuan hidup. Menyekolahkan anak ke jenjang lebih tinggi, pergi haji atau menghajikan orangtua, membeli rumah, pensiun, dan lain-lain. “Tujuan ini akan lebih cepat terwujud melalui investasi. Dan berinvestasi juga bisa menjadi cara agar perempuan independen secara finansial,” kata Director Retail & SME Business Bank Commonwealth Rustini Dewi. 

Dewi memaparkan data klien perusahaan jasa keuangan multinasional yang berbasis di Amerika Serikat, Fidelity Investments, pada tahun 2017 menunjukkan bahwa perempuan menyisihkan lebih banyak penghasilannya dibandingkan laki-laki sebesar 40 basis poin, atau 0,4%. Begitu juga saat perempuan berinvestasi, mereka menghasilkan lebih banyak dari investasi mereka setiap tahunnya, sebanyak 0,4% lebih tinggi dibandingkan penghasilan investasi para investor laki-laki. “Mungkin perbedaannya terlihat kecil tetapi dapat memiliki dampak yang signifikan dalam jangka panjang,” tandasnya.

Penting bagi perempuan mulai berinvestasi karena berdasarkan data Indeks Pembangunan Gender 2010-2018 yang dilansir BPS (Badan Pusat Statistik), angka harapan hidup perempuan di Indonesia adalah 73 tahun dan laki-laki 69 tahun. Perempuan kemungkinan hidup 4 tahun lebih lama dari laki-laki. Artinya perempuan akan membutuhkan dana pensiun yang lebih besar nilainya dari laki-laki untuk menopang pengeluarannya sekitar 4 tahun lebih lama dari laki-laki. “Dengan data ini, semestinya perempuan menyadari bahwa tabungan bukanlah instrumen yang tepat untuk persiapan pensiun karena secara historikal kinerja tabungan akan kalah dari inflasi. Yang dapat mengalahkan inflasi yaitu investasi,” ujarnya.

Perempuan bekerja maupun ibu rumah tangga umumnya juga mengurus keluarga sehingga memiliki waktu terbatas. Dengan kondisi seperti itu, sebaiknya perempuan memilih instrumen investasi yang dapat diakses darimana saja dan kapan saja. “Paling cocok adalah reksa dana dengan benefit di antaranya yaitu dikelola oleh ahlinya (manajer investasi), bisa mulai dengan dana terjangkau Rp 100.000, serta dapat ditransaksikan melalui smartphone,” katanya.

Sementara itu Head of Investment Specialist & Product Development Sucor Asset Management, Lolita Liliana mengatakan lebih dari 50 persen keuangan rumah tangga di Indonesia dikelola oleh istri. Dalam hal ini, baik perempuan bekerja maupun ibu rumah tangga mengemban posisi sebagai manajer keuangan keluarga yang dituntut pintar dalam mengelola pendapatan. “Investasi akan memberikan aset bagi perempuan untuk mandiri, bahkan memungkinkan mereka untuk bertahan hidup di kondisi-kondisi sulit dan tak terduga seperti sakit dan kehilangan pasangan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,” jelasnya.

Memang benar karakter dasar perempuan cenderung konservatif, namun di lain sisi perempuan juga memiliki karakter-karakter yang menjadikan mereka sebagai sosok investor yang baik, yaitu rajin melakukan diversifikasi, sabar, beriorientasi jangka panjang dan selalu ingin belajar. “Investor perempuan lebih disiplin dalam menjalankan rencana alokasi sehingga memiliki risk adjusted return yang lebih kuat,” katanya. 

Saat ini OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bersama LJK (Lembaga Jasa Keuangan) rutin melakukan program literasi dan inklusi secara online maupun offline. Banyak juga komunitas investasi yang khusus mengajak perempuan untuk belajar investasi dan membahas keuangan khusus perempuan dengan rajin melakukan event maupun memanfaatkan sosial media. “Terbukti pertumbuhan investor perempuan mencapai 965% dalam 4 tahun terakhir,” lanjut Lolita Liliana.

Menurutnya, kemajuan teknologi seperti sosial media maupun webinar yang tidak terikat waktu maupun ruang terbukti merupakan cara yang efektif untuk mengenalkan reksa dana sebagai salah satu cara investasi bagi perempuan.

Terpisah, perencana keuangan asal Surabaya, Mimien Susanto, mengatakan disiplin menjadi kata kunci pengaturan keuangan bagi perempuan.

Menurutnya, ada begitu banyak godaan di luar yang membuat perempuan mudah terbawa. Diskon besar-besaran, ajakan berlibur, penampilan yang dirasakan kurang trendi, dan lainnya. "Komitmen diperlukan agar orang memahami kebutuhan saat ini dan kelak," katanya.

Menurutnya, ada cara untuk membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Jika dalam 2–3  hari ternyata kita tidak lagi ngotot ingin membeli barang sesuatu, berarti itu keinginan. "Jika ada barang yang ingin dibeli, kita jangan segera mengeluarkan isi dompet. Butuh beberapa hari untuk menentukan apakah yang akan dibeli itu keinginan atau kebutuhan," katanya.

Mimien menyarankan agar perempuan sebagai pengelola keuangan menyisihkan 10-40 persen penghasilan keluarga untuk tabungan dan investasi.(rie/end)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved