Virus Corona di Surabaya

Angka PHK di Jatim Meningkat Karena Covid-19. Karyawan Hotel dan Restoran Paling Banyak

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim, Himawan Estu Bagijo memaparkan ada 37.895 pekerja yang dirumahkan dan terkena PHK karena Covid-19

SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur, Himawan Estu Bagiyo saat diwawancarai di Gedung Negara Grahadi, Selasa (17/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

SURYA.co.id | SURABAYA - Angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan pekerja yang dirumahkan di Jawa Timur terus mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo memaparkan ada 37.895 pekerja yang dirumahkan dan terkena PHK akibat dampak Covid-19 Jawa Timur per Senin (11/5/2020).

"Karyawan yang dirumahkan, sebagian besar berasal dari sektor hotel dan restoran. Sedangkan yang di-PHK mayoritas dari perdagangan dan retail," kata Himawan, Senin (11/5/2020).

Ia menjelaskan sektor hotel dan restoran menyumbang 32,34 persen jumlah karyawan yang dirumahkan disusul dari sektor pabrik alas kaki sebesar 30,99 persen.

Sedangkan untuk perdagangan dan retail menyumbang 18,96 persen jumlah karyawan yang di PHK disusul industri pengolahan kayu sebesar 16,49 persen.

Khusus untuk masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di periode pertama, Himawan menjelaskan ada 188 karyawan dirumahkan dan 27 pekerja terkena PHK mulai tanggal 28 April hingga 11 Mei 2020.

Selain pekerja dalam negeri, Himawan menyebutkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga ikut terdampak dengan adanya Covid-19.

Ia menyebutkan ada 8.045 PMI yang menganggur di masa Pandemi Covid-19 ini.

"Rinciannya, 2.333 orang finish kontrak. Lalu 223 orang bermasalah yang berujung PHK. 174 orang bermasalah hingga dideportasi, lalu 5.315 orang gagal berangkat," kata Himawan.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved