Kilas Balik

Setelah Gempur Habis-habisan KKB Papua, Kepala Prajurit RPKAD Nyaris Kena Peluru, Begini Kisahnya

Setelah Menggempur Habis-habisan KKB Papua, Kepala Seorang Prajurit RPKAD Nyaris Kena Peluru Kelompok Separatis. Begini kisahnya

Facebook TPNPB
Ilustrasi KKB Papua 

SURYA.co.id - Baku tembak antara kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua dengan TNI sudah terjadi sejak tahun 1967.

Bahkan, TNI harus menurunkan pasukan elite yakni Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD, kini Kopassus).

Kisah pertempuran sengit RPKAD menumpas KKB Papua diceritakan oleh Sintong Panjaitan melalui buku berjudul 'Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando' karya Hendro Subroto.

Sebagai prajurit RPKAD, Sintong Panjaitan memang pernah beberapa kali ikut dalam operasi penumpasan KKB Papua.

Kisahnya berawal saat ia bersama 50 prajurit RPKAD lainnya baru mendarat di Papua, dan langsung ditugaskan untuk menggempur KKB Papua.

Ilustrasi: Teror KKB Papua di Era Soeharto, Berkekuatan 14 Ribu Orang Tapi Takluk Berkat Sarwo Edhie Wibowo
Ilustrasi KKB Papua (IST/Tribun Manado)

50 prajurit RPKAD pimpinan Sintong Panjaitan itu langsung ditugaskan menyerbu KKB Papua tanpa sempat istirahat.

Saat itu situasinya sedang genting, salah satu pos koramil di Warmare diserbu oleh KKB Papua.

Pos koramil itu hanya dipertahankan oleh enam orang anggota TNI, yang kemudian salah satunya gugur saat KKB Papua mengepung.

Pasukan RPKAD pimpinan Sintong Panjaitan tiba di Manokwari pada 6 Januari 1967, dan langsung diperintahkan untuk menggempur KKB Papua yang tengah mengepung pos koramil itu.

50 prajurit RPKAD langsung berangkat dari Manokwari menuju Warmare menggunakan dua truk tanpa sempat istirahat.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved