DPRD Surabaya

DPRD Surabaya Ajak Pemkot Total Tangani Covid-19, Laila: Perpanjangan PSBB harus Pakai Roadmap Jelas

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk total dalam menangani pandemi corona atau Covid-19.

surya.co.id/nuraini faiq
PEDULI -Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah saat mengantarkan bantuan paket sembako kepada warga yang membutuhkan, Sabtu (9/5). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk total dalam menangani pandemi corona atau Covid-19.

Dia juga meminta Pemkot Surabaya bekerja bersama-sama dengan DPRD dan semua elemen masyarakat dalam perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Mulai saat ini, Kota Surabaya menjalani masa perpanjangan PSBB untuk 14 hari ke depan. Langkah ini harus diambil karena grafik penyebaran dan kurva pandemi corona belum juga menurun saat diberlakukan PSBB pertama.

"PSBB kedua harus dibarengi dengan langkah konkret dari Pemkot. Harus denga roadmap yang jelas. Mari bergandengan tangan menangani pandemi corona di kota ini," kata Laila Mufidah, Minggu (10/5).

Politisi PKB ini mendesak agar dilakukan langkah terukur demi percepatan penghentian mata rantai penyebaran Covid-19. Harus dengan langkah efektif dan berjalan dengan target peta hasil yang jelas.

Dikatakan, Pemkot harus punya roadmap yang jelas dalam penanganan Covid-19. Mulai dari wilayah dan sektor mana penyebaran virus itu menyebar. Masyarakat juga harus disiplin.

Selanjutnya rencana dan langkah kongkret harus disusun.

"Tanpa peta yang jelas, penanganan pandemi ini akan serampangan. Tentu kami berharap semua menghindari pencitraan dalam menangani masalah serius ini," kata Laila.

Pimpinan DPRD ini menyebut ada banyak evaluasi yang harus dilakukan Pemkot Surabaya atas pelaksanaan PSBB tahap pertama. Bagaimana penanganan yang terukur dan target yang jelas. Dari total 1.407 positif corona, sebanyak 667 ada di Surabaya.

Target-target yang dimaksud Laila, misalnya mencakup berapa jumlah pengujian sampel dan tes PCR yang telah dilakukan. Selain itu juga perlu diukur sejauh mana agresivitas pelacakan penyebaran Covid-19 yang sudah dilakukan.

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved