Rabu, 29 April 2026

Virus Corona di Surabaya

Ada 16 Klaster Kasus Covid-19 di Kota Surabaya, Upaya Tracing Terus Digencarkan

Total ada 16 klaster di Surabaya yang telah diketahui tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19.

Tayang:
tribun jatim/yusron naufal
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan upaya tracing terus dilakukan pihaknya guna memutus rantai persebaran covid-19 di Surabaya.

Sebab, secara total ada 16 klaster di Surabaya yang telah diketahui tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19.

Dari 16 klaster itu, di antaranya adalah klaster luar negeri, klaster Jakarta dan klaster rumah ibadah.

"Ada enam belas klaster," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Minggu (10/5/2020).

Dari klaster-klaster yang ada itu, dilakukan tracing atau pelacakan secara menyeluruh.

Biasanya, pola yang digunakan adalah dengan melacak satu persatu, pernah kemana dan bertemu siapa saja.

Pola semacam itu terus dilakukan hingga saat ini.

Dari pelacakan yang dilakukan, terdapat sekitar 4.818 orang dalam resiko.

Dari jumlah itu, kemudian ada yang berstatus ODP, PDP, OTG serta konfirmasi positif Covid-19.

Semua itu bergantung salah satunya dari gejala yang muncul.

Dari hasil yang dimuat di laman lawancovid-19.surabaya.go.id, sebanyak 2958 ODP, 1540 PDP, 971 OTG dan 667 positif.

Dari ODP yang sembuh berjumlah 2918 sedangkan yang sembuh dari positif berjumlah 100 orang.

Hal itu berdasarkan data per 9 Mei 2020.

"Kalau ada gejala berat dia masuk PDP, kalau ada gejala ringan dia masuk ODP, kalau gak ada gejala dia masuk OTG. Ini ditelusuri," ungkap Risma.

Risma tak memungkiri di awal-awal pihaknya sempat kesulitan alat sehingga sedikit terkendala untuk memisahkan mereka agar memutus mata rantai penyebaran virus corona itu.

Namun, saat ini pihaknya sudah melakukan rappid test dan swab test kepada mereka yang telah masuk data Pemkot Surabaya.

"Kita kemarin bisa, karena kita punya alat, kita tes kurang lebih 1083 yang kita swab, baru keluar 278," terang Risma.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved