Puasa 2020
Jadwal Buka Puasa Surabaya Sidoarjo & Gresik Sabtu 9 Mei 2020, ini Sunah Rasulullah SAW saat Berbuka
Simak jadwal buka puasa Ramadhan untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik pada hari ini, Sabtu (9/5/2020).
Penulis: Arum Puspita | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id - Simak jadwal buka puasa Ramadhan untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik pada hari ini, Sabtu (9/5/2020).
Selain jadwal buka puasa, dalam artikel ini juga terdapat Doa buka puasa.
Tak hanya itu, SURYA.co.id juga menyematkan anjuran Rasulullah SAW saat berbuka puasa.
Berikut jadwal buka puasa Ramadhan wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik ini dilansir dari laman Bimaislam.kemenag.go.id.
Jadwal buka puasa Surabaya
Duhur : 11.29
Asar : 14.50
Maghrib : 17.23
Isya' : 18.35
Jadwal buka puasa Sidoarjo
Duhur : 11.29
Asar : 14.50
Maghrib : 17.23
Isya' : 18.35
Jadwal buka puasa Gresik
Duhur : 11.29
Asar : 14.50
Maghrib : 17.23
Isya' : 18.35
Doa Buka Puasa
Waktu berbuka tiba ketika azan Magrib berkumandang, berikut bacaan doa buka puasa Ramadan:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin
Artinya: Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.
Sunah Rasulullah SAW saat Berbuka Puasa
1. Menyegerakan Berbuka
Sebagaimana hadis yang diriwayatkan Sahl bin Sa‘ad, bahwa Nabi Muhammad bersabda, "Orang akan selalu baik (sehat) apabila ia menyegerakan berbuka.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Anjuran untuk segera berbuka ini ternyata punya manfaat besar bagi tubuh sebab tidak adanya cairan yang masuk ke dalam tubuh seharian, berpotensi menjadikan tubuh mengalami dehidrasi.
Oleh karenanya, menyegerakan minum air setelah azan berkumandang akan mengembalikan lagi kerja-kerja tubuh secara keseluruhan.
2. Berbuka dengan yang Manis
Saat berbuka puasa, Nabi Muhammad SAW selalu mengawali dengan makan yang manis yakni kurma basah (ruthab).
Diriwayatkan Anas bin Malik, bahwa Rasulullah berbuka dengan kurma basah (ruthab) sebelum menunaikan salat.
Jika tidak ada, beliau berbuka dengan kurma kering (tamr). Kemudian jika kurma basah dan kering tidak ada, nabi berbuka dengan seteguk air. (H.R. Abu Dawud).
Selain kurma, menu berbuka yang disunahkan lainnya adalah susu, Nabi Muhammad bersabda, “Tidak ada sesuatu yang bisa menggantikan makan dan minum selain susu.” (H.R. Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Jika tidak ada kurma atau susu, makanan-makanan manis lainnya dapat menjadi pengganti. Meskipun demikian, kandungan gula yang terdapat pada hidangan berbuka juga perlu diperhatikan.
Sementara diberitakan Nutrition.org.uk, ketika pertama kali berbuka, penting bagi kita untuk mengonsumsi minuman, atau jenis makanan kaya cairan dan rendah lemak, atau makanan yang mengandung gula alami untuk energi.
Selain itu, penting untuk menghindari konsumsi makanan/minuman dengan gula tambahan.
Khusus kurma, menyantap buah ini adalah cara bagus untuk berbuka puasa, karena kurma menyediakan gula alami untuk energi, menyediakan mineral seperti kalium, tembaga dan mangan dan merupakan sumber serat.
3. Membaca Basmalah Sebelum Menyantap Makanan
Sunah saat berbuka puasa yang sering luput adalah membaca basmalah sebelum menyantap makanan.
Hal ini dijelaskan oleh Abu Bakar Muhammad Syatha, "Maksud dari (membaca doa buka puasa) “setelah berbuka” adalah selesainya berbuka puasa, bukan (dibaca) sebelumnya dan bukan saat berbuka." (Hasyiyah I’anah at-Thalibin, 1995, Juz II, hal 297).
Alasan dibacanya doa buka puasa selepas minum dan makan berasal dari hadis riwayat Abdullah bin 'Umar, bahwa "Nabi Muhammad Saw. ketika usai berbuka mengucapkan ‘Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)’.” (HR. Abu Dawud).
4. Memberi Makan Orang Lain untuk Berbuka
Orang yang diberi rezeki berlebih dapat memanfaatkan waktu Ramadan untuk banyak berderma dan menambah sedekah, di antaranya adalah dengan memberi makan orang lain untuk berbuka. Pahala sedekah menyediakan makanan untuk orang berpuasa amat besar.
Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
5. Memanjatkan Doa di Waktu Berbuka
Momen berbuka puasa adalah waktu doa yang mustajab. Karenanya, disunahkan bagi seorang muslim untuk memanfaatkan waktu tersebut untuk berdoa baik untuk urusan dunianya maupun akhirat.
Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak. Pertama, pemimpin yang adil, Kedua, orang yang berpuasa ketika dia berbuka, Ketiga, doa orang yang terzalimi.” (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
6. Tidak Berlebihan dalam Berbuka
Esensi puasa adalah mengendalikan nafsu dan hasrat, termasuk juga makan dan minum.
Oleh karenanya, menyantap makanan hingga sangat kenyang atau berlebihan justru akan mengurangi keutamaan berpuasa.
Dalil larangan untuk makan terlalu kenyang didasari dari firman Allah dalam Surah al-A'raf: 31, "Makan dan minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan."
Makan berlebihan ketika berbuka bisa jadi menjadikan tubuh lemas, begah, susah berdiri sehingga memantik rasa malas untuk menegakkan salat magrib, isya, hingga tarawih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-buka-puasa-imsakiyah-surabaya.jpg)