Jumat, 8 Mei 2026

Berita Lamongan

VIDEO Mobil Avanza Ringsek Ditabrak Kereta Api di Lamongan, Warga Surabaya, Sidoarjo & Gresik Tewas

Mobil Toyota Avanza ringsek setelah ditabrak kereta api Ekonomi Lokal nomor Loko CC20613030 saat melintas rel tanpa palang pintu.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Iksan Fauzi

SURYA.co.id l LAMONGAN - Mobil Toyota Avanza ringsek setelah ditabrak kereta api Ekonomi Lokal nomor Loko CC20613030 saat melintas rel tanpa palang pintu.

Peristiwa itu tepatnya terjadi di rel kereta api menuju masjid At Ta'awun Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket, Lamongan.

Dari kejadian tersebut, tiga orang orang yang menumpang di Toyota Avanza meninggal dunia. Sedangkan sopir saat ini sedang dirawat di rumah sakit.

Informasi yang dihimpun SURYA.co.id, setelah ditabrak kereta api, mobil Toyota Avanza itu terpelanting jalan raya dan mengenai seorang pengendara motor.

Pengendara motor yang terkena itu tidak sampai mengalami luka para. Dia mengalami luka ringan di beberapa bagian tubuhnya.

Kasatlantas Polres Lamongan AKP Danu Anindito Kuncoro Putro kepada SURYA.co.id mengatakan, semula minibus yang dikemudikan oleh Pujo ini berjalan dari arah timur ke barat dan belok ke selatan melintas rel tanpa palang pintu menuju masjid At Ta'awun Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket.

Bersamaan dengan itu, melintas KA Ekonomi Lokal nomor Loko CC20613030 yang dimasinisi Aan Raharis.

Karena jarak dekat dan tanpa palang pintu sehingga tabrakan tak terhindarkan.

Dan mobil nahas itu sampai terpental ke tengah jalan usai ditabrak KA.

Bersamaan dengan terpentalnya minibus, kata Danu, berjalan dari timur ke barat sepeda motor dengan nopol S 5861 JAL yang kendarai oleh Ririn Anta warga Desa Gempolmanis Kecamatan Sambeng.

Ririn sempat tertabrak minibus yang terpental itu.

Namun pengendara motor hanya mengalami luka nyeri pada bahu kanan.

"Langsung kami bawa ke rumah sakit," jelasnya.

Seperti diketahui, sebuah minibus di Lamongan terpental usai tertabrak KA saat menyeberang di perlintasan rel KA tanpa palang pintu di Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket.

Akibat kejadian ini, 3 korban meninggal dunia, yakni, Ari Julianto (46) warga Kapasan Madya, Surabaya, Ibrahim Kurniansyah (46) warga Kapten Dulasim, Singosari, Gresik dan Heri Suseno (25) warga Gading Fajar, Candi, Sidoarjo.

Sopir minibus yang bernama Pujo Artanto 45 tahun warga Dahan Rejo, Kebomas, Gresik saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kecelakaan di Probolinggo, truk vs bus

Proses evakuasi bus yang bertabrakan dengan truk muat ikan di Jalan Raya Probolinggo - Banyuwangi, Selasa (5/5/2020).
Proses evakuasi bus yang bertabrakan dengan truk muat ikan di Jalan Raya Probolinggo - Banyuwangi, Selasa (5/5/2020). (surya.co.id/galih lintartika)

Sebelumnya, kecelakaan terjadi antara truk dan bus adu moncong di jalan raya Probolinggo - Banyuwangi, tepatnya di Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolonggo, Selasa (5/5/2020) pagi.

Kecelakaan ini menyebabkan dua orang tewas, yakni sopir truk dan kernet bus.

Korban tewas adalah M. Yasin, kernet bus Restu Mulya. Korban meninggal di RSU Rizani.

Sedangkan Suminto, sopir truk, tewas di lokasi kecelakaan.

Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah Bus Restu Mulya nopol DK-7527-AZ ini dikemudikan Mamad Sugianto (32), warga Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Sedangkan Truk S 8472 UK ini dikemudikan Suminto (38), warga Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP Purwanto Sigit Raharjo mengatakan, bus berpenumpang 33 orang ini perjalanan menuju Bojonegoro.

Dikatakan dia, kecelakaan maut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB.

Saat itu, truk bermuatan ikan melaju dari arah barat. Diduga kuat, truk melaju dengan kecepatan tinggi.

"Sesampainya di lokasi, truk hendak menyalip truk lain yang ada di depannya. Saat itu, posisi jalan memang sedikit menikung," jelas AKP Purwanto.

Di saat bersamaan, bus Restu Mulya melaju dari arah berlawanan yang diduga melaju dengan kecepatan tinggi.

“Adu moncong tidak terhindarkan. Kami masih mendalami dugaan penyebab kecelakaan ini. Untuk sementara, dugaan kami, kedua pengemudi kurang hati - hati saat berkendara," pungkas dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved