Berita Mojokerto

Perayaan Waisak di Maha Vihara Mojopahit Mojokerto saat Pendemi Covid -19 Berlangsung Sederhana

Hari Raya Tri Suci Waisak 2564 BE/2020 di Maha Vihara Mojopahit, Desa Bejijong, Trowulan Mojokerto saat Pandemi Covid-19 berlangsung sederhana.

surya.co.id/mohammad romadoni
Suasana perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2564 BE/2020 di Maha Vihara Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2564 BE/2020 di Maha Vihara Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan Mojokerto pada masa Pandemi Covid-19 berlangsung sederhana.

Tema Waisak di Maha Vihara Mojopahit adalah Mawas Diri dan Toleransi Jaga Kebersamaan Bangsa.

Nuansa perayaan Waisak memang tidak seperti tahun 2019 lalu, di mana umat Buddha selalu memadati Maha Vihara Mojopahit tersebut.

Perayaan Waisak di Maha Vihara Mojopahit pada Kamis malam (7/5/2020),
dipimpin dua Bhante, satu Romo dan dihadiri oleh 10 umat Buddhis.

Memang peribadatan saat ini dibatasi sesuai anjuran Social/ Physical Distancing selama wabah Virus Corona.

Sedangkan umat Buddha yang biasanya merayakan Waisak di sini diimbau untuk beribadah di rumah masing-masing.

Sebagian umat Buddha yang mengikuti ibadah di Maha Vihara Mojopahit menerapkan protokol kesehatan dengan mengenakan masker dan membatasi jarak aman selama pelaksanaan Waisak mulai dari ibadah Pradaksina sampai Pujabakti.

Puncak perayaan Tri Suci Waisak 2564 BE yakni pada Kamis 7 Mei 2020 pukul 17.44 WIB.

Ritual memandikan Rupang Buddha atau bayi Siddharta dalam tradisi perayaan Waisak kali ini juga ditiadakan.

Bhante bersama romo dan umat melangsungkan Pradaksina yaitu mengelilingi komplek Maha Vihara Mojopahit dan patung Budha tidur tanpa menggunakan alas kaki.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved