Breaking News:

Berita Kota Madiun

Anggota DPRD Kota Madiun yang Terjaring Razia Balap Motor Terancam Sanksi dari Partai

Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Madiun akan memanggil kadernya, Ihsan Abdurrahman Siddiq (24) yang terjaring razia balap liar oleh polisi

surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Ketua DPC PDI-P kota Madiun, Anton Kusumo. 

SURYA.co.id|MADIUN - Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Madiun akan memanggil kadernya, Ihsan Abdurrahman Siddiq (24) yang diamankan Polres Madiun Kota saat balap liar, pada Kamis (7/5/2020) dini hari.

Anggota DPRD Kota Madiun dari partai PDI-P ini terjaring di Ringroad Kota Madiun, saat bersama teman-temannya yang sedang menggelar balap liar.

Ketua DPC PDI-P Kota Madiun, Anton Kusumo, menyesalkan perbuatan yang dilakukan oleh kader PDI-P tersebut. Sebagai anggota dewan, seharusnya Ihsan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, bukannya malah terlibat balap liar

Apalagi, lanjutnya, saat ini pemerintah sedang menggalakan social distancing untuk pencegahan virus Covid-19. Namun, Ihsan justru bergerombol di lokasi balap liar, menjelang waktu sahur.

"Kami punya kebijakan, sesuai dengan peraturan partai no 7 tahun 2019 tentang kode etik dan disiplin anggota partai. Itu jelas, setiap anggota dan kader harus menjaga marwah partai," pungkasnya.

Ia menuturkan, rencananya, pihaknya akan memanggil Ihsan untuk diklarifikasi dan dimintai keterangan, dalam waktu dekat. Saat ini, pengurus DPC PDI-P segera melakukan rapat untuk membentuk tim yang bertugas untuk mengklarifikasi kasus ini.

Anton menambahkan, tidak menutup kemungkinan, Ihsan akan mendapatkan sanksi berat karena telah memberikan contoh buruk kepada masyarakat dan mencoreng nama baik partai PDI-P.

Senada dikatakan Sekretaris DPC PDI-P, Heri Supriatno. Menurutnya, seharusnya sebagai petugas partai, Ihsan bisa menjaga sikap dan nama baik partai.

"Ini sangat memalukan, perbuatannya telah mencoreng nama baik partai. Apalagi kami setiap minggu, melakukan kegiatan sosial sebagai upaya membantu pemerintah menghadapi pandemi Corona. Gara-gara perbuatannya, telah merusak nama baik partai," imbuhnya. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved