Berita Pasuruan

Warga Desa Bulusari Datangi Kejari Bangil Pasuruan, Ini Permintaan Mereka

Puluhan warga Desa Bulusari Kecamatan Gempol menggelar aksi di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil

surya.co.id/galih lintartika
Puluhan warga Desa Bulusari Kecamatan Gempol menggelar aksi di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil, Kabupaten Pasuruan, Rabu (6/5/2020). 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Puluhan warga Desa Bulusari Kecamatan Gempol menggelar aksi di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (6/5/2020) pagi.

Dalam aksinya, mereka meminta Kejari Bangil tidak asal panggil orang sebagai saksi dalam perkara TPPU atau perkara mantan Kades Yudono yang sudah divonis Pengadilan Tipikor.

Pujianto koordinator aksi dalam orasinya meminta agar Kejari tidak asal melakukan pemanggilan kepada warga khususnya warga Bulusari yang tidak mengetahui perkaranya.

"Warga ini sudah capek, sejak awal perkara TKD Bulusari dijadikan saksi berulangkali oleh Kejaksaan. Padahal pengadilan tipikor sudah vonis terdakwa. Lalu apalagi yang dicari Kejaksaan," ujarnya.

Aksi digelar warga ini murni bentuk solidaritas sesama warga.

"Ada empat warga yang dipanggil Kejaksaan. Padahal mereka ini tidak tahu perkara dan saat kejadiannya" ucapnya.

Sementara itu, Erfan Efendy Kasi Intel Kejari Bangil mengatakan, pihaknya memang tidak menemui pendemo dari warga Bulusari.

Dikatakan dia, aksi demo ini belum mengantongi izin dari aparat. Karena itu, pihaknya tidak menemui pendemo.

"Izinnya tidak ada makanya kami tidak menemui pendemo. Sebelum menggelar aksi harusnya mereka mengantongi izin dulu atau paling tidak membuat oret-oretan (surat) pemberitahuan," kata Erfan.

Erfan menyebut, pemanggilan empat warga Bulusari ini hanya sebatas klarifikasi.

"Ini masih tahap pengembangan oleh tim penyidik. Apakah masuk TPPU atau Tipikor," pungkasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved