Berita Lamongan

Tukul Ditangkap Polres Lamongan, Tewaskan 9 Orang, Dua di Antaranya Purel

Komposisi miras oplosan yang diproduksi tersangka Tukul sangat sangar. Air mentah 70 persen,  25 persen metanol dan 5 persen arak. 

Hanif Mansuri
Enam tersangka di antaranya produsen,  karyawan, pengedar dan penjual miras maut yang diamankan Polres Lamongan,  Selasa (5/5/2020). 

SURYA.CO.ID l LAMONGAN -

Produsen miras oplosan yang menewaskan 9 orang di Lamongan, Tukul Wiguna (66) asal Tuban ditangkap petugas Polres Lamongan.

Dalam penangkapan itu, petugas juga menangkap dua anak buah Tukul bagian memasak miras oplosan. Yakni Azmi Ibrahim Sultoni  (23) dan Bambang Heri Subianto (36).

Kapolres Lamongan, AKBP Harun dalam press release, Selasa (5/5/2020), menjelaskan komposisi miras oplosan yang diproduksi tersangka Tukul sangat sangar. Komposisinya,  air mentah 70 persen,  25 persen metanol dan 5 persen arak. 

Pemahaman tersebut diperoleh Tukul dari seorang penjual metanol keliling yang kini masih DPO. 

"Takaran 5 persen arak yang dipakai hanya untuk memunculkan aroma arak saja. Nah komposisi itu kemudian diaduk oleh 2 orang karyawan. Setelah jadi miras dikemas, " ungkap AKBP Harun.

Begitu dilakukan uji lab di Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya, menunjukkan hasil kadar minuman yang dijual Tukul  mengandung  2, 48 persen etanol, 28, 73 persen kandungan metanol.

"Biasanya kandungan itu terkandung dicairan pembersih lantai. Sehingga sangat membahayakan bagi tubuh manusia jika dikonsumsi " katanya.

Omzet produksi miras oplosan Tukul cukup lumayan. Miras oplosan itu dijual Rp 320.000 untuk 12 botol dalam kemasan karton. Setelah sampai ke tingkat pengedar mencapai Rp 350.000 bahkan lebih.

Vera, korban meninggal seusai pesta miras.
Vera, korban meninggal seusai pesta miras. (surya.co.id/hanif manshuri)

Banyaknya pesanan, Tukul harus memperkerjakan 2 orang dengan upah Rp 200.000/orang untuk sekali masakan ukuran 250 liter (1 drum). Dalam sepekan, Tukul mampu memproduksi 3 drum bahkan lebih.

Halaman
123
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Anas Miftakhudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved