Citizzen Reporter

Membuat Jamu Tradisional, Anak-anak Juga Bisa

Anak-anak juga bisa membuat jamu sederhana. Dengan bahan yang ada di dapur, mereka bereksperimen.

Membuat Jamu Tradisional, Anak-anak Juga Bisa
citizen reporter/Ririn Wijayanti
Dengan bahan rempah-rempah yang ada di dapur, anak-anak juga bisa membuat jamu.

Rempah-rempah atau empon-empon kaya manfaat. Selain untuk bumbu masak, sebagian masyarakat memanfaatkannya untuk membuat jamu.

Jamu merupakan warisan tradisional Indonesia yang harus tetap dilestarikan. Oleh sebab itu, sekitar 36 siswa kelas 6 SDN Rangkah I Surabaya membuat jamu tradisional dari bahan empon-empon pada masa pandemi ini, Sabtu (18/4/2020).

Hespita selaku guru kelasnya menuturkan siapa yang akan menjaga warisan ini kalau bukan generasi penerus bangsa. Adanya Covid-19 membuat produk jamu ramai dikonsumsi oleh masyarakat untuk meningkatkan imun dan menangkal virus itu.

Jamu identik dengan minuman untuk orang tua. Kini, jamu dikonsumsi oleh berbagai kalangan mulai anak-anak hingga orang tua. Jadi, kegiatan ini dapat mengasah kecakapan hidup siswa, melestarikan warisan budaya, mengenalkan tanaman obat dan manfaatnya, serta melatih siswa untuk berwirausaha.

Indonesia merupakan negeri yang kaya dengan rempah-rempah. Kekayaan ini menjadi salah satu faktor pemikat bagi bangsa lain untuk menguasai Indonesia pada zaman dahulu. Kini, Indonesia menjadi bangsa yang merdeka harus dapat mengelola dan memanfaatkan rempah-rempah dengan bijak.

Pemberian tugas daring ini melalui link Google Form. Di situ siswa dapat menuliskan bahan, alat, cara membuat, dan mengunggah foto ataupun video pelaksanaan kegiatan itu. Guru dapat dengan mudah melihat respons hasil kegiatan siswa tanpa membuat memori ponsel penuh.

Meskipun sontak harga rempah-rempah melambung tinggi, kegiatan itu ditanggapi positif oleh wali murid. Beragam hasil produksi jamu siswa dengan bahan dan cara yang berbeda-beda dipraktikkan disesuai dengan bahan dan peralatan yang dipunyai di rumah.

Ada yang bahannya digeprek dan diiris-iris, diparut, serta ada pula yang diblender. Ada juga yang memilih menggunakan madu daripada gula. Beragam cara ini membuktikan siswa dapat berpikir kritis.

”Jamu buatan saya prosesnya mudah. Memanfaatkan bumbu masak ibu di dapur, yaitu kunyit, temulawak, jahe, serai, jeruk nipis, dan gula merah. Pertama, semua bahan dikupas dan dibersihkan. Kedua, bahan diiris-iris, kecuali serainya digeprek. Ketiga semua bahan direbus dengan air hingga mendidih. Setelah itu disaring, jamu saya siap disruput,” terang Farah.

Menurut beberapa wali murid, kegiatan itu menjadikan anaknya suka minum jamu. Dengan membuat sendiri anak menjadi puas dan bangga atas hasil produknya. Selain itu, dapat menjadi pembelajaran untuk membandingkan antara minuman sehat dengan minuman kemasan yang biasanya dibeli.

Ririn Wijayanti
Guru SDN Rangkah I Surabaya
ririnwijayanti1985@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved