Kamis, 23 April 2026

Citizen Reporter

Ini Cara Mahasiswa Peduli: Membuat Face Shield untuk Tenaga Kesehatan

Mahasiswa membuat face shield sebagai tugas mata kuliah Energi Terbarukan Universitas Trunojoyo Madura untuk tenaga kesehatan.

Editor: Endah Imawati
citizen reporter/David Hidayat
Para mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura membuat face shield sebagai tugas mata kuliah Energi Terbarukan yang kemudian dibagikan kepada tenaga kesehatan. 

Pada kondisi wabah ini, masyarakat mulai banyak memberikan kontribusi positif. Tidak hanya mengkritik kebijakan, namun mereka juga mampu memberikan solusi sederhana terhadap pemerintah. Hal ini terbukti dari beberapa lapisan masyarakat yang mulai mandiri mengembangkan usaha untuk penanganan penyebaran wabah.

Banyak warga yang aktif menunjukkan kemampuan dan kreasi mereka. Salah satunya adalah pembuatan masker secara mandiri dari kain, pembuatan cairan antiseptik dari bahan alami, termasuk juga alat pelindung diri (APD) bagi tim medis.

Beberapa mahasiswa teknik elektro di Bangkalan, memiliki inisiatif terhadap keadaan yang saat ini. Mereka membuat APD face shield (sejenis penutup wajah) bagi tim medis di Bangkalan. Alat itu terbuat dari bahan sederhana. Ide itu muncul dari salah satu dosen mata kuliah Energi Terbarukan di kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sebagai salah satu pengganti tugas mereka selama wabah ini. Tentunya prosedur pembuatan APD itu berdasarkan standar yang ada.

"Kami mendapatkan tugas dari Pak Koko Joni untuk membuat APD yang disalurkan ke tenaga medis di daerah masing-masing," ungkap Nur Hidayat salah satu mahasiswa yang membuat face shield, Jumat (17/4/2020).

Pembagian APD berdasarkan wilayah masing-masing mahasiswa yang mengampu mata kuliah Energi Terbarukan. Salah satunya adalah wilayah Bangkalan yang menyalurkan APD di RSUD Bangkalan dan beberapa puskesmas. Sebelum mereka membuat, mereka mendapatkan bimbingan secara langsung dari dosen pengampu.

"Kami dibimbing daring," ungkapnya.

Tujuan pembuatan APD ini adalah untuk membantu dan meringankan beban para tenaga medis. Kebutuhan APD saat ini sangat banyak dan mahal didapatkan. Alat yang mereka produksi 45 buah.

Alat itu terbuat dari bahan yang sederhana dan mudah didapat. Bahan-bahan yang dibutuhkan hanya mika dengan ukuran tebal 0,6 mm-0,8 mm, busa lembut, karet untuk ikat kepala, dan lem perekat.

Langkah-langkah dalam membuatnya cukup sederhana. Mika dipotong dengan ukuram 30 cm x 21 cm. Busa halus ditempelkan di ujung atas mika. Sisi kiri dan kanan mika dilubangi untuk tempat mengaitkan karet.

Karet dimasukkan ke dalam lubang dan dilipat kemudian dijahit dengan rapi dan kuat. Mahasiswa juga menempeli stiker sesuai dengan nama rumah sakit atau puskesmas yang hendak dituju.

Kegiatan positif itu direspons baik oleh pihak rumah sakit. Sofi, salah satu staf rumah sakit di Bangkalan berterima kasih atas bantuan itu.

"Bantuan APD dari teman-teman mahasiswa UTM ini sangat berarti dan membantu rekan-rekan medis dalam bertugas," ungkapnya.

Kegiatan kreatif itu patut diacungi jempol. Dengan demikian, akan semakin banyak gerakan yang bersifat positif dan membantu.

David Hidayat
Guru SMP Al Hikam Bangkalan
davidhidayat110@yahoo.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved