Citizen Reporter

Bantuan Bahan Pangan untuk Mahasiswa Perantau di Surabaya

Ketika ekonomi keluarga terganggu, mahasiswa perantau merasakan akibatnya. Kiriman untuk hidup di Surabaya tersendat.

Bantuan Bahan Pangan untuk Mahasiswa Perantau di Surabaya
citizen reporter/Muhammad Wildan Suyuti
Ksatria Swadaya Pangan memberi bantuan bahan makanan untuk mahasiswa rantau yang ada di Surabaya.

Saat ini, berbagai sektor seperti industri dan pendidikan terpaksa harus menghentikan segala aktivitasnya dan mulai beradaptasi. Itu termasuk kampus dan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair).

Itu membuat para mahasiswa perantau di Unair memilih tetap di tempat kos. Di sisi lain, orang tua mereka juga kena dampak pandemi berupa pemutusan hubungan kerja atau tersendatnya kiriman uang untuk mahasiswa. Hal itu tentu berimbas besar pada nasib mahasiswa perantau yang biasanya belum berpenghasilan.

Menanggapi hal itu, dua mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Unair dan satu alumnus Fakultas Kedokteran Unair menginisiasi berdirinya program Ksatria Swadaya Pangan (KSP). Program itu merupakan terobosan dari jiwa kepedulian sosial putra-putri Airlangga.

Wahyu Setyo Putro mahasiswa Sasindo sekaligus salah satu inisiator program KSP saat ditemui menjelaskan, mereka merasa sakit hati ketika membaca berita seorang ibu meninggal akibat tidak makan dua hari karena ekonomi kacau akibat Covid-19. Lantas, hal itu membuat ia dan teman-temannya berpikir tentang nasib mahasiswa di perantauan yang tidak berpenghasilan dan perekonomian keluarga terdampak Covid-19.

“Sebagian mahasiswa perantau ini kan rata-rata rela tidak pulang karena ingin menjaga keluarganya dan memutus rantai penyebaran Covid-19. Sayangnya, mereka juga belum berpenghasilan, jadi pasti lumayan tersendat keuangannya. Jika dibiarkan bisa bahaya,” jelas Wahyu, Rabu (29/4/2020).

Maka dari itu, KSP hadir sebagai program yang memberikan bantuan logistik untuk mahasiswa perantau itu. Proses penyeleksiannya melalui link Google Form. Mahasiswa bisa mengisi data dan alasan mengapa membutuhkan bantuan. Selanjutnya akan ada proses seleksi oleh tim KSP.

KSP tidak hanya memberikan bantuan logistik pada mahasiswa perantau Uniar saja, namun juga beberapa mahasiswa kampus lain yang ada di Surabaya. Hal itu tentu karena tujuan utama KSP adalah untuk kemanusiaan.

“KSP berdiri pada 23 April 2020. Kami langsung membuka donasi dengan menyebar poster dan caption di Instagram kami @ksp_surabaya. Senin-Selasa 27-28 April 2020 kemarin kami telah menyerahkan logistik pada penerima yang lolos seleksi sesuai kriteria,” terang pemuda kelahiran Kabupaten Rembang itu.

Dengan cara itu, respons mahasiswa perantau cukup besar, karena pada tiga hari pertama saja sudah lebih 30 mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya yang mengisi data. Fakta itu membuat Wahyu dan teman-temannya menjadi lebih bersemangat untuk mencari dan menyalurkan donasi logistik kepada mahasiswa perantau yang membutuhkan.

Wahyu yang juga sukarelawan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga itu mengakui, KSP masih ingin fokus pada penyaluran logistik untuk mahasiswa dan akan mengajak teman-temannya untuk bergabung menjadi sukarelawan dan donatur KSP.

Selain itu, ia juga berharap akan lebih banyak lagi donatur pada programnya supaya KSP bisa terus memberikan bantuan logistik pada mahasiswa perantau yang kesulitan ekonomi.

“Suatu kebaikan pasti akan menghasilkan kebaikan lainnya dan kami percaya kebaikan itu menular dan kami tidak sendiri. Mari bersama-sama melakukan kebaikan sekecil apa pun dengan ikhlas,” pungkasnya.

Muhammad Wildan Suyuti
Kontributor Unair News
Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Airlangga
suyutisme@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved