Berita Mojokerto

Alasan Pemkot Mojokerto Beri Kelonggaran Jam Operasional PKL di Jl Mojopahit dan Jl Benpas

Pemkot Mojokerto memberi kelonggaran batas maksimal operasional kepada PKL di Jalan Mojopahit selama bulan Ramadan di tengah Pandemi Covid-19

Surabaya.Tribunnews.com/Mohammad Romadoni
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama perwakilan paguyuban pedagang kali lima (PKL) Jalan Mojopahit saat audensi terkait kelonggaran jam operasional di Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Selasa sore (5/5/2020). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto memberi kelonggaran batas maksimal operasional kepada pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Mojopahit selama bulan Ramadan di tengah Pandemi Covid-19 atau Corona.

Kelonggaran batas waktu operasional PKL di jalan tersebut yang seharusnya tutup pukul 19.00 WIB akan ditambah dua jam yakni maksimal pukul 21.00 WIB. Penambahan jam operasional itu juga berlaku bagi PKL yang berlokasi di Jalan Benteng Pancasila (Benpas) Kota Mojokerto.

Kesepakatan perpanjangan jam operasional itu disampaikan oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menerima perwakilan dari paguyuban pedagang kali lima Jalan Mojopahit di Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Selasa sore (5/5/2020).

"Kita bisa memberi kelonggaran untuk para PKL namun persyaratannya mereka harus mentaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara tertib, seperti pedagang dan pembeli wajib mengenakan masker dan melayani secara Take Away atau dibungkus," ujar Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Rabu (6/5/2020).

Ning Ita mengatakan penambahan jam operasional ini guna menindaklanjuti adanya keluhan dari para PKL lantaran ketentuan batas waktu maksimal pukul 19.00 WIB dianggap terlalu singkat untuk berjualan.

Oleh sebab itu, sesuai permintaan para PKL pihaknya sepakat akan menambah durasi batas maksimal operasional yang diharapkan mampu mendongkrak penghasilan mereka dan sekaligus mendukung keberlangsungan pedagang kaki lima di kawasan wisata kuliner tersebut.

"Kita memberi kelonggaran batas waktu operasional kepada pedagang kaki lima di Jalan Mojopahit dan Benteng Pancasila maksimal sampai pukul 21.00 WIB," jelasnya.

Ia mendukung inisiatif para PKL di mana mereka secara mandiri dan kesadaran diri akan memasang pengumuman berupa Banner bertuliskan imbauan bagi pembeli yang memesan makanan secara Take Away atau dibungkus. Para PKL ini juga tidak menyediakan kursi dan meja untuk menghindari kerumunan orang.

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif para PKL ini yang berkenan bekerjasama mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto," ungkapnya.

Masih kata Ning Ita, masyarakat perlu memahami bahwa tujuan penerapan kawasan Physical Distancing di jalan ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Jangan sampai kemungkinan ada orang (Orang Tanpa Gejala) dari daerah zona merah Covid-19 atau wilayah PSBB datang ke sini yang berpotensi membawa virus.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved