Kuliner

Bongko Kopyor, Kuliner Khas Gresik yang Penjualannya Tak Semanis Rasanya di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi covid-19 ikut mempengaruhi penjualan kuliner khas Gresik selama Ramadhan, Bongko Kopyor.

surya.co.id/willy abraham
Fathonah saat membuat bongko kopyor di rumahnya di Desa Sidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Selasa (5/5/2020). 

SURYA.CO.ID, GRESIK – Pandemi covid-19 ikut mempengaruhi penjualan kuliner khas Gresik selama Ramadhan, Bongko Kopyor.

Penjualan makanan yang dibungkus daun pisang itu turun drastis.

Salah satu pengusaha Bongko Kopyor, Fathonah (52) warga Desa Sidomukti, Kecamatan Manyar ini merasakan betul dampak pandemi covid-19.

Biasanya, bulan Ramadhan menjadi berkah bagi pengusaha bongko kopyor.

Kudapan dengan citra rasa manis ini terbuat dari tepung beras, santan, roti, irisan pisang kadang ada irisan nangka, serutan buah kelapa muda, dan bubur mutiara.

Kemudian dibungkus daun pisang dan dijajakan pedagang takjil selama bulan Ramadhan.

Keberadaannya kini lebih mudah ditemui, karena tidak banyak orang yang membeli makanan ini akibat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Omset turun drastis sampai 70 persen," ujar Fathonah.

Padahal sudah 20 tahun lebih dia bersama keluarganya memasak bongko kopyor selama Ramadhan. Baru kali ini mengalami penurunan luar biasa.

"Paling parah ini," kata wanita yang merupakan generasi ketiga pembuat bongko kopyor.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved