Berita Jember

Ramadan Tahun ini Pembuat Kue Kering di Jember Mengurangi Produksi

Seiring terjadinya pandemi Virus Corona, pembuat kue kering Lebaran tetap memproduksi kue kering, namun mereka memilih mengurangi jumlah produksinya.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Pembuat kue kering di Jember mengurangi produksinya tahun ini. 

SURYA.co.id | JEMBER - Menjelang Hari Raya Idul Fitri biasanya menjadi masa panen para pembuat kue kering. Namun tidak tahun ini. 

Seiring terjadinya pandemi Virus Corona, pembuat kue kering Lebaran tetap memproduksi kue kering. Bedanya, kini tak sebanyak dahulu. 

"Sekarang beda jauh dari tahun lalu. Berkurang banyak. Tetap memproduksi tetapi disesuaikan dengan pesanan," ujar Ny Ita Rubiantini, pembuat kue kering dari UD Matrix Jaya di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Senin (4/5/2020).

Penurunan produksi kue kering di rumah produksi skala rumahan itu mencapai sekitar 30 persen. UD Matri Jaya bisa memproduksi 144 toples kue kering pada Ramadan tahun lalu. Ukuran toples tahun lalu juga besar yakni 1/2 kilogram.

Ramadan tahun ini, rumah produksi kue kering itu hanya memproduksi 120 toples, dengan ukuran toples 400 gram, atau lebih kecil dibandingkan tahun lalu. "Itu pun sekarang belum terjual semua, selain yang sudah pesanan," imbuh Ita.

Ita mengakui tidak berani memproduksi kue kering dalam jumlah banyak, meskipun harga barang baku cenderung stabil. "Karena permintaan menurun. Pembeli mengurangi barang yang dibeli," imbuhnya.

Meskipun ada pengurangan produksi, pembuat kue tetap mempertahankan kualitas produksinya. Harga jual juga tidak melonjak drastis jika dibandingkan tahun lalu. Rumah produksi kue kering itu menjual kue kering di kisaran Rp 55.000 - Rp 75.000 per toples.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved