Virus Corona di Surabaya

PHK Besar Ancam Karyawan Pabrik Rokok Jika Penanganan COVID-19 Tak Selesai Akhir 2020

Rasionalisasi tidak hanya di tingkat pekerja pabrik rokok, tapi juga terimbas hingga petani tembakau.

Surabaya.Tribunnews.com/Sri Handi Lestari
Ketua Gapero Surabaya Sulami Bahar. PHK Besar Ancam Karyawan Pabrik Rokok Jika Penanganan COVID-19 Tak Selesai Akhir 2020 

Dimana pemerintah memutuskan menaikkan cukai sebesar 23 persen dan Harga Jual Eceran (HJE) sebesar 35 persen.

"Kebijakan itu diawal tahun 2020 ini sudah menurunkan produksi rokok sekitar 15 persen," ujar Sulami.

Sementara tahun-tahun sebelumnya, pelaku Industri Hasil Tembakau (IHT) di wilayah Jatim, telah mengalami penurunan produksi 1 hingga 2 persen per tahun.

Terkait stimulus yang didapat, antara lain berupa relaksasi pembelian cukai, dan kemudahan penggunaan pita cukai yang tidak terbatas wilayah.

Menurut Sulami bila pelaku industri rokok, usahanya berada di dua daerah, maka pembelian cukai harus dilakukan di masing-masing Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tingkap madya. Tapi selama pandemi ini, pita cukai dari satu daerah DJBC Madya bisa digunakan di wilayah DJBC Madya lainnya.

"Misalnya saya ada pabrik di Surabaya dan Tulungagung, bila sebelumnya pita cukai dari dari masing-masing, saat ini diberi kelonggaran untuk bisa pakai dari Surabaya untuk Tulungagung dan sebaliknya," ungkap Sulami.

Terkait dengan kasus pekerja yang meninggal karena COVID-19 yang terjadi di HM Sampoerna, Sulami mengatakan bila itu HM Sampoerna tidak masuk dalam Gapero.

Sehingga pihaknya enggan mengomentari kasus tersebut.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved