Berita Mojokerto

Dispendukcapil Mojokerto Tidak Layani Pengambilan Dokumen Warga Secara Langsung Mulai 4 Mei 2020

Larangan pengambilan dokumen secara langsung di Dispendukcapil ini diterapkan untuk menghindari kerumunan massa selama wabah pandemi Covid-19

surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Antrean pemohon e-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto, Kamis (30/4/2020). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Layanan pengambilan dokumen Administrasi Kependudukan (Adminduk) secara langsung di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto untuk sementara waktu dihentikan.

Kebijakan terkait larangan pengambilan dokumen secara langsung di Dispendukcapil ini diterapkan untuk menghindari kerumunan massa selama wabah pandemi Covid-19 berkepanjangan.

"Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto mulai hari Senin 4 Mei 2020 tidak melayani pengambil dokumen Adminduk secara langsung namun pelayanan tetap dilakukan melalui online via Whatsapp," ujar Kepala Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto, Bambang Wahyuadi, Minggu (3/5/2020).

Ia mengatakan, pihaknya memastikan pelayanan di Dispendukcapil tetap berjalan normal meskipun melalui metode online.

Adapun pelayanan Adminduk seperti permohonan Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), Perekaman e-KTP menghubungi nomor Whatsapp 0821-4101-1466.

Pelayanan Surat Pindah atau Datang menghubungi Whatsapp 0821-4101-1465 dan pelayanan Akte Kelahiran/ Akte Kematian/ Kawin atau Cerai menghubungi Whatsapp 0821-4101-1464.

Sedangkan, pelayanan informasi, legalisir, pengaduan dan validasi NIK menghubungi Whatsapp 0821-1320-2060.

"Bagi masyarakat yang sudah mendaftar via online, dokumennya akan kami kirim ke alamat yang bersangkutan melalui jasa kantor pos dan giro," ungkapnya.

Menurut dia, pemohon yang mengajukan pengurusan Adminduk melalui pelayanan online tidak perlu Iagi mengambil dokumen hasil cetak yang sudah selesai ke kantor Dispendukcapil.

"Kita sudah kerjasama dengan jasa pengiriman Pos dan Giro jadi biaya pengiriman akam dibebankan kepada pemohon yang langsung diberikan ke petugas Pos senilai Rp.20.000," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved