Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Surabaya Disebut Jadi Episentrum Baru Penyebaran Virus Corona, Warga Diimbau Patuhi Peraturan PSBB

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona atau Covid-19 menyatakan, Surabaya berpotensi jadi episentrum baru penyebaran virus Corona

Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Ketua Gugus Tracing Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona atau Covid-19 menyatakan, ada 3 daerah berpotensi jadi episentrum baru penyebaran virus Corona. Tiga daerah tersebut, salah satunya adalah Kota Surabaya.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso mengatakan kasus pasien positif virus Corona memang paling banyak di Kota Surabaya. Dari data terbaru, pasien positif Covid-19 di Kota Surabaya mencapai 496 orang.

"Kita sudah melakukan langkah untuk menekan penyebaran virus Corona dengan menerapkan PSBB di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Kami berharap PSBB berjalan efektif," katanya kepada SURYA.CO.ID, Sabtu (2/5/2020).

Di sisi lain, kini Jatim juga menggeser posisi Jawa Barat dalam jumlah terbanyak kasus pasien positif Covid19.

Dari data tim tracing Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Jatim, terdapat 23 kluster. Namun, dari data konsultan Penanganan Covid-19 terdapat 43 kluster di Jatim.

Terbaru, pasien positif covid-19 di Jatim berjumlah 1037 orang. Hal yang jadi perhatian besar dalam peningkatan pasien positif Covid-19 di Jatim, menurut Kohar adalah kedisiplinan masyarakat.

"Masyarakat diimbau patuh dengan peraturan PSBB. Masyarakat perlu meningkatkan physical distancing, social distancing dan jaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, olahraga dan istirahat cukup," terangnya.

Beberapa hari lalu, muncul kluster baru di Kota Surabaya, yakni kluster Sampoerna. Dari 46 karyawan Sampoerna yang dites swab, 34 karyawan dinyatakan positif Covid-19.

Jumlah ini belum termasuk hasil 42 karyawan Sampoerna yang telah menjalani tes swab pada Jumat (1/4/2020). Sementara, dua karyawan Sampoerna yang positif Covid-19 telah meninggal dunia.

"Pabrik-pabrik diminta mentaati regulasi PSBB. Nanti malam kami patroli dengan petugas gabungan. Harapannya tak ada kluster baru di pabrik-pabrik," tandasnya.

Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi SpBS mengatakan peluang munculnya kluster baru tak hanya di pabrik, di manapun bisa terjadi. Sehingga koordinasi antar pemerintah kota/kabupaten dengan pemerintah provinsi terus dilakukan.

"Pemerintah kota/kabupaten harus melakukan tindakan terlebih dahulu apabila ada kluster baru. Kemudian di koordinasikan ke pemerintah provinsi. Jika tak bisa diselesaikan kami teruskan ke Kementerian Kesehatan," jelasnya.

Joni melanjutkan, hal yang jadi perhatian besar terkait jumlah kasus pasien positif Covid-19 yang meningkat yakni pemahaman. Semua pihak harus memahami bila penyebaran virus Corona merupakan masalah besar.

"Setelah itu mengunpulkan data, dipelajari dan dicocokkan literaturnya, apakah emergensi atau tidak," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved