Virus Corona di Blitar

Pemudik Selesai Jalani Isolasi di Rumah Karantina, Pemkot Blitar Beri Sertifikat Sehat

Sertifikat itu menerangkan kondisi yang bersangkutan sehat dan sudah selesai menjalani isolasi selama 14 hari di tempat karantina.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/samsul hadi
Plt Wali Kota Blitar mengecek kondisi pemudik yang menjalani isolasi mandiri di tempat karantina Rusun Yonif 511, Kamis (30/4/2020). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Pemkot Blitar memberikan sertifikat kepada para pemudik yang selesai menjalani isolasi untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tempat karantina Rusun Yonif 511.

Sertifikat itu menerangkan kondisi yang bersangkutan sehat dan sudah selesai menjalani isolasi selama 14 hari di tempat karantina.

"Kalau sudah menjalani isolasi selama 14 hari di tempat karantina, mereka boleh pulang. Nanti, Dinkes akan memberikan sertifikat kepada mereka," kata Plt Wali Kota Blitar, Santoso, saat mengecek kondisi pemudik di tempat karantina Rusun Yonif 511, Kamis (30/4/2020).

Santoso mengatakan sertifikat yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, itu untuk menerangkan kondisi pemudik sehat dan sudah selesai menjalani isolasi selama 14 hari di tempat karantina.

"Kondisi mereka sehat dan masyarakat harus bisa menerimanya," ujarnya.

Selain itu, kata Santoso, Pemkot Blitar menjamin kebutuhan logistik untuk pemudik yang menjalani isolasi di tempat karantina.

Kebutuhan logistik untuk pemudik yang menjalani isolasi di tempat karantina dipasok oleh Dinas Sosial.

"Awalnya, kami ingin membuat dapur umum di tempat karantina. Tapi, karena pertimbangan penghuninya belum banyak, akhirnya Dinsos yang memasok makanan dan minuman di tempat karantina," katanya.

Santoso mengucapkan terima kasih kepada pemudik yang mau menjalani isolasi di tempat karantina.

Para pemudik itu sudah ikut membantu pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

"Mereka ini pahlawan. Kenapa saya sebut pahlawan, karena mereka ikut membantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan cara mau menjalani isolasi di tempat karantina. Mereka sudah melindungi keluarga dan lingkungannya," kata Santoso.

Ketua Tim Pengelola Rumah Karantina Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar, Dharma Setiawan mengatakan kapasitas tempat karantina di Rusun Yonif 511 bisa menampung 51 orang.
Dari kapasitas itu, saat ini, masih terisi 40 orang.

Rinciannya, enam orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 34 orang pekerja lokal yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Semua pemudik yang menjalani isolasi di tempat karantina kondisinya sehat," kata Dharma.

Dikatakannya, sesuai rencana ada lima pemudik yang selesai menjalani isolasi di tempat karantina pada Sabtu (2/5/2020).
Kelima pemudik yang sudah selesai menjalani isolasi akan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

"Kami akan memberikan sertifikat kepada mereka yang sudah selesai menjalani isolasi di tempat karantina. Kami meminta mereka tetap berperilaku hidup sehat, pakai masker, sering cuci tangan, dan menjaga jarak," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved