Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Masyarakat Tionghoa Surabaya Salurkan 10 Ton Beras ke Muslimat NU Jatim

Bantuan yang disalurkan berupa beras seberat 10 ton yang dikemas dalam 2 ribu bungkus seberat 5 Kg. Lalu 5 ribu masker dan 2 ribu kemasan sabun

surabaya.tribunnews.com/sofyan arif candra sakti
Perwakilan Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya, Alim Markus menyerahkan bantuan kepada Ketua PW Muslimat Jatim, Masruroh Wahid, dan disaksikan oleh Ketua Umum PP Muslimat, Khofifah Indar Parawansa, di Kantor PW Muslimat Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Kamis (30/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

SURYA.co.id | SURABAYA - Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya menyerahkan bantuan berupa beras, sabun cuci tangan, dan masker melalui PW Muslimat Nahdlatul Ulama Jawa Timur.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh perwakilan Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya, Alim Markus kepada Ketua PW Muslimat Jatim, Masruroh Wahid, dan disaksikan oleh Ketua Umum PP Muslimat, Khofifah Indar Parawansa, di Kantor PW Muslimat Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Kamis (30/4/2020).

Bantuan yang disalurkan berupa beras seberat 10 ton yang dikemas dalam 2 ribu bungkus seberat 5 Kg. Lalu 5 ribu masker dan 2 ribu kemasan sabun cuci tangan.

Bos Maspion tersebut menyampaikan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian antar sesama dan diharapkan bisa membantu masyarakat kurang mampu yang terdampak Covid-19.

Selain itu, ia berharap dengan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) para pengusaha dan masyarakat bisa lebih mematuhi protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

"Dalam PSBB ini saya mohon kepada seluruh pengusaha dan masyarakat mentaati PSBB dan protokol covid-19," kata Alim Markus.

Dengan diterapkannya PSBB ini, ia berharap angka penularan Covid-19 bisa ditekan, dan segera berakhir pada awal Juni 2020 sesuai dengan prediksi Pemerintah.

Sementara itu, Masruroh Wahid mengingatkan bahwasanya datangnya Virus Corona adalah dari  Allah untuk mengingatkan bahwa setiap manusia pasti membutuhkan manusia yang lain.

"Saat pandemi seperti ini sudah tidak ada yang memikirkan kepentingan masing-masing. Hari ini corona memaksa kita saling membantu, gotong royong antar sesama," kata Masruroh.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved