Lifestyle
Kekuatan Sinyal Kunci Keberhasilan Virtual Photoshoot
Physical distancing hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar(PSBB) membuat sebagian masyarakat semakin kreatif dalam mengisi waktu luang.
Penulis: Akira Tandika | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Diberlakukannya physical distancing hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat sebagian masyarakat semakin kreatif dalam mengisi waktu luang.
Salah satunya dengan melakukan virtual photoshoot.
Di media sosial Instagram, virtual photoshoot banyak dilakukan masyarakat untuk membunuh waktu selama di rumah saja, juga sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Safirah Ishami, seorang fotografer yang ikut kecanduan melakukan virtual photoshoot tersebut.
Hal itu ditunjukkan melalui beberapa unggahan Instagram Story miliknya beberapa waktu lalu.
Inspirasi membuat virtual photoshoot ini ia dapat setelah melihat finalis Puteri Indonesia Pariwisata 2020, Jihane Almira, tengah dipotret oleh fotografer Michael Cools beberapa waktu lalu.
"Nggak cuma itu, aku juga sempat lihat hasil potretan Anna Octarina. Terus merasa seru aja kalau dicoba," terangnya saat dihubungi SURYA.co.id beberapa waktu lalu.
Virtual photoshoot sangat berbeda dengan pemotretan pada umumnya.
Jika pada proses foto biasa, yang terlihat aktif mengarahkam gaya hingga mengatur angle adalah fotografer.
Tetapi, dalam virtual photoshoot, justru sang model yang harus aktif menentukan gaya.
Perempuan yang akrab disapa Fira itu mengaku, mayoritas model yang ia potret, diminta untuk duduk di dekat jendela.
Hal ini supaya cahaya yang masuk terlihat lebih bagus. Sedangkan untuk gaya, Fira menyerahkan pada sang model.
"Kalau modelnya suka selfie, itu jauh lebih mudah. Karena mereka pasti tahu angle terbaiknya sebelah mana. Dari jauh, aku paling cuma mengarahkan agar mereka agak sedikit ke kanan atau kiri," tambahnya.
Selama melakukan virtual photoshoot, Fira merasa tak mengalami kesulitan apapun.
Sebagai fotografer, ia tak perlu melakukan apa-apa, hanya sedikit mengarahkan gaya si model.
"Bahkan di beberapa sesi, belum sampai dipotret, kadang model sudah keringetan dulu karena sibuk mengatur gaya," imbuhnya.
Meski begitu, tak jarang Fira merasa gemas sendiri untuk datang ke tempat model dan mengarahkan gaya secara langsung.
Hal itu juga sempat dirasakan Fira saat melakukan sesi foto maternity secara virtual.
"Dari semua sesi pemotretan, foto maternity ini yang paling menantang. Susah banget mengarahkan gaya yang bagus bagaimana. Pingin langsung datang aja gitu rasanya," ujar Fira.
Tak ada waktu tertentu untuk melakukan virtual photoshoot, yang pasti harus ada sinar matahari langsung.
Juga, Fira menghindari foto menggunakan lampu, karena pencahayaannya tak akan sebagus matahari.
Untuk bisa melakukan virtual photoshoot, fotografer tak memerlukan begitu banyak peralatan seperti pada umumnya.
Mereka hanya menggunakan alat utama yakni, kamera dan laptop.
Selain dari itu, bergantung pada kebutuhan masing-masing fotografer juga tema yang ingin diangkat.
"Kalau virtual photoshoot yang aku lakukan kemarin sebenarnya juga nggak ada tema khusus. Semuanya dilakukan secara spontan. Tapi kebanyakan pakai konsep casual untuk menggambarkan kegiatan 'di rumah saja'. Sementara itu, untuk gaya model, aku serahin seluruhnya ke mereka. Ada yang suka gaya ketawa, candid, atau pun fierce," paparnya.
Pemula Bisa Coba Virtual Photoshoot
Menurut Fira, virtual photoshoot bukan tipikal teknik fotografi yang terlalu rumit, sehingga masih bisa diikuti oleh pemula.
Ia menyarankan, agar sering coba-coba terlebih dahulu. Mulai dari melihat hasil foto orang lain hingga mempraktikkan gaya sendiri.
"Karena kan ini termasuk kegiatan yang bermanfaat. Terlebih lagi intuk mengisi waktu luang selama puasa atau kegiatan nganuburit sebelum buka puasa," kata Fira.
Hanya saja, lanjut Fira, ada hal yang harus diperhatikan sebelum memulai virtual photoshoot yaitu, memastikan sinyal internet dalam keadaan stabil.
Karena sesi pemotretan ini sangat bergantung pada sinyal internet, sehingga jika koneksi tidak stabil akan berpengaruh pada hasil foto.
"Kalau sinyalnya jelek, mau alat sebagus dan semahal apapun, tetap nggak akan bisa mengubah hasil foto. Juga, itu akan memengaruhi mood fotografer dan model, karena terlanjur capek gaya-gaya, tapi hasil fotonya nggak sesuai ekspektasi," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/hasil-jepretan-safirah-ishami-saat-melakukan-virtual-photoshoot.jpg)