Breaking News:

DPRD Jatim Minta Pelayaran Perintis Kepulauan Khusus Logistik Tetap Berlayar di Tengah Pandemi

"Kami berharap penyeberangan kapal perintis untuk wilayah kepulauan di Jatim yang husus membawa logistik tetap berlayar," kata Wakil Ketua DPRD Jatim

surya.co.id/sugiyono
Aktivitas bongkar muat di pelabuhan 

SURYA.co.id, SURABAYA - DPRD Jawa Timur mengingatkan pemerintah provinsi (Pemrov) Jawa Timur untuk terus menjamin kesediaan logistik di daerah kepulauan. Di antaranya dengan tetap memperbolehkan pelayaran perintis kepulauan yang membawa logistik.

"Kami berharap penyeberangan kapal perintis untuk wilayah kepulauan di Jawa Timur yang husus membawa logistik tetap berlayar," kata Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Achmad Iskandar ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (29/4/2020).

Apalagi, saat ini ada sejumlah indikasi logistik di beberapa kepulauan mulai menipis. "Kami menerima keluhan di masyarakat tentang adanya potensi krisis beras," kata Iskandar yang berasal dari dapil Jatim 14 (Madura) ini.

Ketersediaan logistik di daerah akan mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus covid-19. Di antaranya, dengan tetap di rumah dan menjaga physical distancing.

"Saya menilai tugas satgas penanganan covid-19 sudah bagus. Kita berikan dukungan penuh agar pandemi di Jawa Timur ini segera selesai," kata Iskandar yang juga pemilik suara terbesar di dapilnya tersebut.

Ia juga mengapresiasi kerja pemerintah yang telah menyusun data penerima bantuan sosial akibat covid-19 dengan berkolaborasi bersama pemerintah pusat dan daerah. "Kami memahami bahwa gerak Pemrov juga tak mudah," kata Iskandar.

"Sebab, harus menunggu pusat dan berkoordinasi dengan pemda. Sehingga, bantuan ini tidak double accounts (ganda) dan bisa merata kepada yang membutuhkan," kata Iskandar yang juga politisi Partai Demokrat ini.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak menjamin pelayaran perintis yang membawa logistik untuk kepulauan tetap berlayar. Menurutnya, hal ini terangkum dari hasil refocusing dan realokasi anggaran Pemrov Jatim.

Menurut Ketua Gugus Sosial Ekonomi Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur ini, hal ini telah berseiring dengan visi misi Pemprov Jatim, Nawa Bhakti Satya. Di antaranya, program Jatim Akses.

Yang mana, Pemprov Jatim memutuskan bahwa pelayaran perintis tetap dilanjutkan mengingat pentingnya kelancaran logistik. "Justru masyarakat kepulauan ini sebenarnya dalam kondisi yang cukup sulit (ekonomi) maka perlu pelayaran perintis," kata mantan bupati Trenggalek ini awal April lalu.

Sebelumnya, Kepala Kesekretariatan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Yahya Kuncoro menegaskan perseroan akan tetap mengoperasikan kapal perintis, selama diberlakukannya aturan larangan mudik menggunakan moda transportasi laut.

Aturan ini mulai diterapkan pemerintah sejak 24 April hingga 8 Juni mendatang, sebagai bentuk upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Yahya menyampaikan pengoperasian normal untuk kapal perintis ini dilakukan untuk mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat yang bermukim di wilayah Tertinggal, Terpencil, Terdepan dan daerah Perbatasan (T3P) yang ingin memenuhi kebutuhan pokok ataupun bekerja. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved