Breaking News:

UNIKAMA

Dukung Pemkot Malang Atasi Corona, Rusunawa Unikama Siap Jadi Rumah Transit bagi Pendatang

Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) memberikan Rusunawa Unikama menjadi rumah transit bagi pendatang yang akan masuk ke Kota Malang.

foto:unikama
Rusunawa Unikama yang terletak tak jauh dari kompleks kampus siap digunakan sebagai rumah transit bagi pendatang yang masuk ke Kota Malang untuk pencegahan corona. 

SURYA.co.id | MALANG - Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) memberikan Rusunawa Unikama menjadi rumah transit bagi pendatang yang akan masuk ke Kota Malang.

Hal ini dilakukan untuk membantu Pemkot Malang memutus penyebaran corona.

“Kami sempat diajak ngobrol Wali Kota tentang rencana menyiapkan rumah bagi pendatang yang masuk Malang. Kami berpikir, bagaimana kalau memanfaatkan rusunawa yang belum terpakai untuk membantu langkah itu,” terang Rektor Unikama, Pieter Sahertian, Selasa (27/4/2020).

Secara infrastruktur, kata Pieter, rusunawa Unikama telah siap digunakan. Bangunan rusunawa terletak tidak jauh dari kompleks kampus dan memiliki 20 kamar tidur.

Masing-masing kamar telah disediakan bed bertingkat yang dapat diisi sampai enam orang.

“Namun bagaimana prosesnya nanti, apakah akan diisi empat orang atau berapa, itu kami serahkan kepada Pemkot Malang,” ucapnya.

Pieter mengungkapkan Unikama bersedia mendukung upaya pemerintah pusat dan daerah untuk mencegah serta menanggulangi coronavirus.

Unikama, lanjutnya, juga memberikan bantuan paket data seluler sebesar 10 GB setiap bulan kepada 4.000 lebih mahasiswanya.

Paket data itu dapat digunakan untuk mengikuti proses belajar dari rumah guna mencegah penyebaran coronavirus.

“Mekanisme nanti program studi yang akan mendata mahasiswa. Totalnya 20 GB sehingga setiap bulan dapat 10 GB untuk masing-masing orang. Bantuan itu kami berikan untuk menunjang proses belajar dari rumah selama wabah corona,” katanya.

Dia mengatakan penghentian kegiatan akademik di Unikama juga diperpanjang sampai pertengahan Juni, sebab sampai kini wabah corona belum mereda.

“Awalnya kami sampai Mei tapi akan kami perpanjang. Mudah-mudahan wabah segera selesai sehingga kegiatan belajar bisa normal kembali,” tutup Pieter. (aminatus sofya)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved