Breaking News:

Momen PSBB, Dr Andik Matulessy MSi: Kesempatan Menata Banyak Hal yang Selama Ini Dilupakan

Dosen Psikologi Untag Surabaya, Dr Andik Matulessy MSi: Menjadi peluang untuk melakukan banyak hal yang tidak bisa dilakukan selama ini

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sulvi Sofiana
Dosen Psikologi Untag Surabaya, Dr Andik Matulessy MSi 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat merebaknya pandemi virus Corona atau Covid-19, membuat banyak perantau terpaksa harus membatalkan niat pulang kampung. Bahkan, untuk ngabuburit saat menunggu waktu berbuka puasa di bulan Ramadan pun juga akan sulit dilakukan.

Dosen Psikologi Untag Surabaya, Dr Andik Matulessy MSi mengungkapkan, kondisi ini juga melanda semua negara dan memberikan dampak ke semua orang. Jadi jangan kemudian berfikir hanya diri sendiri saja yang terkena dampak tersebut.

"Dampak pandemi yang mengharuskan kuliah dan tinggal di rumah, menjadi peluang untuk melakukan banyak hal yang tidak bisa dilakukan selama ini. Misalnya istirahat, membaca buku atau novel yg selama ini jarang dibaca, berkomunikasi dengan teman-teman lama (alumni) atau keluarga yg selama ini jarang di hubungi," urainya.

Selain itu, ketua gugus tugas Covid-19 untuk layanan psikologi Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) ini menjelaskan, kesempatan PSBB juga menjadi peluang untuk mempelajari kembali semua hal yang jarang menjadi fokus seperti mengulang bahan-bahan kuliah.

Bisa pula menata semua file yang berserakan di komputer, laptop atau flashdisk.

"Jadi momen ini menjadi kesempatan menata banyak hal yang selama ini dilupakan,"lanjutnya.

Waktu puasa, lanjutnya Andik, adalah kesempatan untuk mendekatkan diri ke Allah SWT tanpa ada gangguan, dibandingkan saat sebelum pandemi.

Ketua 2 Pengurus Pusat Himpsi ini mengungkapkan, perantau bisa lebih fokus ibadah, tidak lagi banyak membicarakan hal negatif saat berkumpul. Bisa meningkatkan pengetahuan tentang agama dan tentunya tidak banyak energi yang dikeluarkan saat di rumah.

"Puasa pada saat pandemi akan membuat puasa lebih bermakna,"urainya.

Andik juga mengingatkan, walaupun jauh dari keluarga harus tetap berkomunikasi secara intens dengan orang tua lewat voice call atau video call. Saling menguatkan karena orang tua juga harus stay di rumah.

"Saling menguatkan ini akan menjadi energi positif untuk meningkatkan imunitas tubuh," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved