Breaking News:

Virus Corona di Magetan

31 Warga Magetan Terpapar Covid-19, Bupati Suprawoto Konsultasikan Status PSBB untuk Wilayahnya

Menurut Suprawoto, pertimbangan pemberlakukan status PSBB itu setelah melonjaknya hasil rapid test di Desa Temboro

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Doni Prasetyo
Bupati Magetan, Suprawoto. 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Bupati Magetan, Suprawoto konsultasikan pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Hal ini terkait melonjaknya jumlah warga di Kabupaten Magetan yang terpapar virus Corona atau Covid-19.

"Untuk pemberlakukan PSBB, kami masih konsultasikan dengan Gubernur," kata Suprawoto kepada SURYA.CO.ID, seusai rapat pemberlakuan wilayah karantina di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Sabtu (25/4/2020).

Selain konsultasi PSBB wilayah kabupaten, lanjut Suprawoto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan juga melakukan simulasi-simulasi apabila status PSBB itu boleh dilakukan di desa serta kecamatan.

"Pastinya kalau status PSBB itu paling tidak tingkat kabupaten. Karena semua pembatasan atau penutupan wilayah pastinya punya resiko," ujar Suprawoto.

Menurutnya, pertimbangan pemberlakukan status PSBB itu setelah melonjaknya hasil rapid test (tes cepat) di Desa Temboro, setelah ada 31 yang reaktif, kemudian dilanjut SWAB tes, keluar 16 orang positif terpapar Covid-19.

"Yang negatif, rencananya pada Senin (27/4/2020) pekan depan mau pulang ke Malaysia. Kita secara intensif komunikasi terus dengan Kedubes Malaysia di Surabaya," kata Suprawoto.

Yang positif, tambah Suprawoto, pemkab akan merawatnya di Magetan. Kita masih akan membicarakan dengan Kedubes Malaysia di Surabaya tentang teknis pemulangan warga Malaysia yang dinyatakan negatif itu.

Sementara karantina di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, akan dibicarakan masalah teknisnya dengan warga dan Ponpes Al Fatah Temboro, agar bisa ketat tidak keluar masuk warga di luar desa itu.

"Saat ini Pondok Pesantren Temboro sudah tidak menerima tamu. Yang dibolehkan keluar masuk wilayah Desa Temboro, termasuk lingkungan Ponpes, hanya mereka yang punya ID Card. Seperti pedagang makanan, pengantar jasa lain," tandas Suprawoto.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved