PSBB Surabaya

Respon Warga Surabaya Soal Penerapan PSBB, Kampung Mustika Pasang Portal Batasi Akses Masuk Tamu

Warga Surabaya, merespon rencana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang segera diberlakukan pada Selasa (28/4/2020) mendatang.

SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Warga Mustika Baru RT 10 RW 01, Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, merespon rencana PSBB yang akan diterapkan serentak mulai Selasa (28/4/2020). Tindakan itu berupa penutupan portal untuk membatasi akses masuk tamu yang akan berkunjung ke lingkungannya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Warga Mustika Baru, RT 10 RW 01, Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, merespon rencana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang segera diberlakukan pada Selasa (28/4/2020) mendatang.

Respon itu, ditunjukkan dengan melakukan antisipasi dini penyebaran virus Corona atau Covid-19 dengan menerapkan penutupan portal di jalan masuk kampung tersebut.

Pada portal yang tertutup, telah terpasang spanduk berupa imbauan agar pengamen dan pemulung dilarang masuk ke area kampung.

Tak hanya itu, pembatasan itu juga berlaku untuk ojek online (ojol). Warga melarang mengantar penumpang hingga masuk ke dalam area kampung. Namun, bagi ojol yang mendapat orderan antar makanan masih diperkenan untuk masuk, tapi sebelumnya harus melewati penjagaan warga yang sangat ketat.

Rekitanah, selaku tokoh masyarakat mengatakan penutupan itu berlangsung sejak Selasa (21/4/2020).

"Jadi gini penutupan ini menindaklanjuti informasi yang berkembang terutama dari Pemkot Surabaya mengenai rencana PSBB. Terus berkaca dari perkembangan penyebaran Corona yang semakin ganas. Akhirnya, warga punya inisiatif untuk lakukan penutupan portal," kata Rekitanah saat ditemui, Jumat (24/4/2020).

Selain membatasi akses masuk di kampung itu, warga juga menerapkan penyeleksian ketat bagi warga yang datang dari wilayah berstatus zona merah.

"Contoh kemarin itu ada tamu dari Jakarta. Kami bolehkan masuk, tapi kami panggilkan tim medis dari puskesmas setempat untuk lakukan pemeriksaan. Setelah hasil negatif maka kami ijinkan tamu itu berkunjung," beber dia.

Selain itu, di kampung tersebut juga menerapkan batas jam berkunjung. Maksimal hingga pukul 22.00 WIB.

"Sebelumnya ada Corona, sudah ada juga aturan ini. Tapi sekarang makin kami tegaskan lagi," ucap dia.

Sementara, di lokasi yang sama juga disediakan tempat untuk mencuci tangan yang terpasang di depan portal kampung.

Tempat cuci tangan itu diharapkan bisa dimanfaatkan semua warga maupun tamu yang sebelum memasuki area kampung.

"Semua sebelum masuk kami sarankan cuci tangan terlebih dahulu. Ya ini antisipasi awal biar virus gak masuk di lingkungan sini. Alhamdulillah sampai saat ini warga kami yang terpapar, nol artinya tidak ada. Dan itu lah harapan kami," papar Rekitanah.

Di kesempatan itu, Rekitanah juga mengungkapkan, sebelumnya di kampung itu juga rutin dilakukan penyemprotan disinfektan. Minimal seminggu ada tiga kali.

"Disinfektan ada. Ya kami selalu upayakan menuruti anjuran pemerintah, jadi kalau pun PSBB berlaku serentak mulai tanggal 28 besok kami sudah siap, karena kami sudah coba terapkan poin itu lebih awal," pungkas dia.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved