Persona

Indra Nila Pahlawan Ekonomi 2018: Belajar Jelly Art dan Puding Karakter lewat YouTube

Indra Nila dan suami, Dedi Kurnia, memulai usaha jelly art dan puding karakter saat keduanya membuka pesanan membuat beragam kue.

Penulis: Akira Tandika | Editor: Parmin
surya.co.id/habibur rohman
Indra Nila menunjukkan jelly art dan puding karakter karyanya. 

SURYA.co.id | Surabaya - Indra Nila dan suami, Dedi Kurnia, memulai usaha jelly art dan puding karakter saat keduanya membuka pesanan membuat beragam kue. Mereka awalnya menerima pesanan kue lebih dahulu daripada puding.

Nila dan Dedi masing-masing saati itu masih bekerja di suatu perusahaan.

Sedang order kue tersebut merupakan sambilan di saat mengisi waktu luang.

Namun, saat usahanya mulai berjalan, orderan untuk puding karakter lebih banyak dari kue. Padahal, ilmu dasar yang dimiliki keduanya adalah membuat kue.

"Saat itu saya cukup terbantu dengan adanya video-video membuat puding di YouTube. Jadi meski saya belajar dari YouTube, tapi setidaknya saya dan suami telah memiliki dasar membuat kue," terang Nila.

Nila mengaku saat itu orderan puding bisa lebih banyak daripada kue lantaran belum ada produk pesaing. Juga belum banyak ditemui orang-orang yang menjadikan puding untuk ulang tahun.

"Selain itu juga karena menurut langganan, hiasan puding saya terlihat bagus dan menarik," ujarnya.

Ditawari Masuk Pahlawan Ekonomi

Sama seperti pesanan kue dan puding, join di Pahlawan Ekonomi sebenarnya tidak masuk dalam check list hidup Dedi dan Nila.

Satu tahun setelah laris menerima pesanan puding, Nila ditawari oleh sekretaris Kelurahan Ngaglik agar bergabung dengan Pahlawan Ekonomi (PE).

"Karena dia baru tahu kalau salah satu warganya memiliki usaha yang menarik jika dikembangkan. Akhirnya saya didaftarkan ke PE tahun 2015," ungkapnya.

Tak lama setelah itu, Nila diajak untuk mengikuti bazar yang diadakan di SMP Negeri 4 Surabaya. Selama bazar, tentu Nila tidak membawa puding hiasan seperti yang dipesan orang-orang. Ia membawa produk baru yang lebih praktis dan mudah dinikmati yaitu, puding cup dan puding sedot.

Untuk ukuran orang yang baru mengikuti bazar pertama kali, respon dari masyarakat terbilang sangat baik. Lantaran produk yang dijual Nila termasuk baru dan belum memiliki saingan.

"Selain itu, harga yang saya tawarkan terbilang cukup murah dengan kualitas rasa yang enak yakni, Rp 5.000 hinga Rp 7.000," tuturnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved