Berita Kediri

Imbas Pandemi Virus Corona, Total 44 Perjalanan Kereta Api yang Melintas di Daop 7 Dibatalkan

PT KAI Daop 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf dan mengimbau masyarakat mengikuti anjuran pemerintah untuk mengurangi kegiatan di luar rumah

SURYA.CO.ID/Doni Prasetyo
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - PT KAI kembali membatalkan empat perjalanan kereta api (KA) per 24 April 2020 hingga 30 April 2020. Sebelumnya, telah dilakukan pembatalan 40 perjalanan KA yang melintas maupun yang berangkat dari wilayah Daop 7 Madiun

Empat KA yang dibatalkan tersebut yaitu KA 71 (Bima) relasi Surabaya Gubeng - Gambir, KA 72 (Bima) relasi Gambir - Surabaya Gubeng, KA 293 (Kahuripan) relasi Blitar - Kiaracondong Bandung dan KA 294 (Kahuripan) relasi Kiaracondong Bandung - Blitar.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan total perjalanan KA yang dibatalkan menjadi 44 KA.

"Bagi penumpang yang sudah terlanjur memesan tiket pada tanggal tersebut, bisa dilakukan pembatalan secara online melalui aplikasi KAI Access, bea tiket dikembalikan 100 persen dan uang pembatalan akan dibayarkan dalam waktu 30-45 hari secara transfer," jelas Ixfan Hendriwintoko, Rabu (22/4/2020).

Diungkapkannya, PT KAI Daop 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf dan mengimbau agar masyarakat mengikuti anjuran pemerintah untuk mengurangi kegiatan di luar rumah serta tidak mudik terlebih dahulu pada Lebaran tahun ini.

"Selalu gunakan masker saat keluar rumah, hindari kerumunan orang, lakukan physical dan social distancing. Sehingga penyebaran wabah Covid 19 bisa ditekan. Semoga secepatnya kondisi bisa kembali normal seperti sedia kala,” harapnya.

Pembatalan perjalanan KA itu, sebagai wujud PT KAI dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

PT KAI secara umum dan khususnya Daop 7 Madiun telah melakukan protokol kesehatan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Salah satu alasan pembatalan, untuk memaksimalkan program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta turunnya volume penumpang baik berangkat ataupun datang di Daop 7 yang mencapai 90 persen.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved