Berita Mojokerto

Ada Penutupan Jalan dan Pembatasan Operasional Selama Ramadan di Kota Mojokerto

Selama Ramadan, pemkot Mojokerto akan melakukan penutupan sejumlah jalan dan pembatasan operasional pedagang. Ini untuk mencegah covid-19

surya.co.id/mohammad romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat menilik posko Covid-19 di lingkungan Balongsari, Kota Mojokerto, Rabu (22/4/2020). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto membuat kebijakan dalam menyambut bulan Ramadan 1441 H di tengah Pandemi Covid-19.

Sesuai surat edaran wali kota nomor 443.33/4026/417.309/2020, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID 19 maka akan diterapkan Physical Distancing selama bulan ramadan.

Penerapan Physical Distancing yakni berupa penutupan sementara empat ruas jalan protokol di Kota Mojokerto meliputi:

1. Jalan Mojopahit (utara) sampai dengan simpang empat Jalan Bhayangkara.
2. Jalan Benteng Pancasila.
3. Jalan Raya Ijen sebeIah timur (simpang empat Jalan Muria Raya).
4.Jalan Mayjen Sungkono sebelah tumur (perbatasan Jatikulon).

Penutupan sementara jalan protokol ini dilakukan mulai pukul 19.00 WIB sampai dengan 06.00 WIB dan berlaku pada 25 April sampai 30 Mei 2020.

Pemkot Mojokerto tidak melarang pedagang makanan dan takjil untuk beroperasi. Tetapi para pedagang itu diwajibkan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, yakni dengan menggunakan masker dan membatasi kerumunan orang.

Para pedagang makanan khas Ramadan juga dibatasi jam operasional yang maksimal pukul 19.00 WIB. Adapun sejumlah tempat yang ramai oleh pedagang makanan pada Bulan Ramadan yaitu di sepanjang jalan Benpas, Jalan Residen Pamudji dan Jalan Mojopahit.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, seluruh pedagang kaki lima, toko modern, rumah makan serta lainnya wajib menerapkan protokol kesehatan yakni menyediakan tempat cuci tangan, mengenakan masker dan mengatur jarak antar kursi.

"Dimohon untuk mengutamakan take away (dibawa pulang) saat melayani pembeli dan mengatur jam operasional pelayanan sampai dengan maksimal pukul 19.00 WIB tujuh malam mulai 25 April sampai 30 Mei 2020, kecuali toko obat atau apotik. Imbauan ini sangat jelas tercantum dalam surat edaran wali kota," ujarnya saat meninjau posko Covid-19 di lingkungan Balongsari, Kota Mojokerto, Rabu (22/4/2020).

Ia meminta masyarakat agar tetap patuh pada imbauan pemerintah tetap menjalankan physical distancing selama Ramadan. Apalagi, menjalankan ibadah salat tarawih yang biasanya dilakukan di masjid atau musala, maka diganti dengan salat di rumah sesuai Maklumat Bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan tokoh agama se-Kota Mojokerto.

"Kami membatasi kerumunannya bukan membatasi ibadahnya yang wajib itu salat bukan berjamaah di masjid nya, jadi nanti selama Ramadan kami bersama TNI-Polri akan terus memantau secara langsung ke lapangan bukan membubarkan tapi memberikan arahan yang baik," paparnya.

Ning Ita sangat menyadari bahwa umat muslim perlu beradaptasi dengan kebiasaan beribadah yang sedikit berbeda di bulan Ramadan pada masa
Pandemi Covid-19 seperti ini. Pihaknya memastikan hal ini tidak akan mengurangi kualitas ibadah selama bulan suci Ramadan.

"Kami mohon kerjasamanya dari seluruh masyarakat agar tetap patuh pada aturan dan jangan mudik karena akan percuma sebab kami akan memaksa pemudik untuk masuk ke ruang karantina yang kami sediakan selama 14 hari," jelasnya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved