Jumat, 15 Mei 2026

1 Ramadhan 1441 H

Jadwal Puasa 1 Ramadhan 1441 H, Amalan yang Perlu Disiapkan & Larangan Mudik 2020 Tahun ini

Simak jadwal 1 Ramadhan 2020 atau 1441 Hijriah berikut ini, amalan-amalan yang perlu disiapkan, dan larangan mudik bagi masyarakat

Tayang:
Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Adrianus Adhi
Picsart
1 Ramdhan 2020 atau 1 Ramadhan 1441 H 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Simak jadwal 1 Ramadhan 2020 atau 1441 Hijriah berikut ini. Bulan Ramadhan kali ini akan menjadi bulan ramadhan yang berbeda bagi umat muslim di seluruh dunia. Ini karena penyebaran pandemi Covid-19 atau virus Corona yang masih berlangsung hingga hari ini, Selasa (21/4/2020). 

Seperti diketahui, jadwal awal puasa 1 Ramadhan 2020 atau 1441 H menurut Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah berpeluang sama.

NU dan Muhammadiyah diperkirakan akan sama-sama menetapkan awal puasa 1 Ramadhan 2020 atau 1441 H jatuh pada hari Jumat, 24 April 2020.

PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1441 H jatuh pada hari Jumat, 24 April 2020.

Muhammadiyah menetapkan awal puasa 1 Ramadhan pada 24 April 2020, yang dijelaskan dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.O/E/2020 seperti yang diunggah situs resmi PP Muhammadiyah.

Berikut penetapan hasil hisab Ramadhan hingga Zulhijah dari PP Muhammadiyah:

- 1 Ramadan 1441 H jatuh pada hari Jumat Kliwon, 24 April 2020

- 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Minggu Kliwon, 24 Mei 2020

Sementara itu, Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) akan menunggu hasil rukyat yang akan dilangsungkan pada tanggal 23 April 2020 mendatang. 

Berikut jadwal puasa Ramadhan 2020 atau 1441 Hijriah untuk daerah Surabaya dan Sekitarnya dapat dilihat di sini 

Persiapan Sambut Ramadhan

Awal Puasa 1 Ramadhan 1441 H Jatuh Pada April 2020, MUI : Ibadah di Rumah Saja
Awal Puasa 1 Ramadhan 1441 H Jatuh Pada April 2020, MUI : Ibadah di Rumah Saja (Picsart)

Untuk menyambut bulan Ramadhan 2020, ada beberapa amalan yang perlu kita siapkan. Berikut penjelasannya

1. Bekal ilmu

Membekali ilmu terkait bulan Ramadhan amat utama agar ibadah selama bulan Ramadhan bermanfaat, mendatangkan pahala, dan tidak asal-asalan.

Seperti ucapan dari Umar bin Abdul Aziz,

مَنْ عَبَدَ اللهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ

“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.” (Al Amru bil Ma’ruf, hal. 15).

Ilmu bulan Ramadhan dapat diperoleh dengan mengikuti kajian ilmu mengenai bulan Ramadhan.

Ilmu dipentingkan sebelum beramal. Hal tersebut merupakan syarat diterimanya amal setelah ikhlas adalah mutaba'ah, yang berarti benar dan sesuai dengan syariat dan sunnah.

Sebagaimana hadis yang terkenal dan menjadi kaidah dari Imam Bukhari,

العِلْمُ قَبْلَ القَوْلِ وَالعَمَلِ

“Ilmu dulu sebelum berbicara dan beramal.” (Shahih Bukhari, 1/24).

2. Perbanyak taubat

Memasuki bulan yang suci tentunya harus bersih dari dosa dan maksiat.

Dosa dan maksiat dapat menghalangi seseorang dari ketaatan, karena dosa dan maksiat dapat mengotori dan menutupi hati.

Oleh karena itu berusahalah membersihkan hati dari noda dosa dan maksiat dengan memperbanyak taubat dan istigfar.

Rasulullah SAW bertaubat dan beristigfar 70 kali dalam sehari.

Dengan beristigfar dan bertaubat maka hal tersebut meneladani Rasulullah SAW.

3. Memiliki tekad kuat (azam) dan niat tulus

Memasuki bulan Ramadhan tentunya harus siap dengan tekad yang kuat serta niat beribadah tulus dari hati.

Tekad kuat dan niat tulus dapat membuat seseorang produktif mengisi Ramadhan dengan berbagai ibadah dan amal saleh.

Dengan tekad yang kuat dan niat yang tulus dapan mendatangkan taufik dan kemudahan dari Allah SWT.

4. Membayar atau meng-qadha utang puasa

Bagi sebagian umat muslim, terutama kaum wanita yang sudah baligh, ada masanya tidak berpuasa karena haid atau nifas.

Sehingga mereka akan berhutang puasa, dan harus menggantinya. Untuk itu, bagi umat muslim yang memiliki hutang, sebaiknya mengganti hutang puasanya.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Albaqarah ayat 184:

مَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَر

“Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan, pada hari-hari yang lain”.

Seseorang yang berutang puasa Ramadhan dan sudah memasuki bulan Syaban, maka wajib menyegerakan membayar utang.

Tidak boleh menunda puasa untuk membayar hutang puasa hingga bulan Ramadhan yang akan datang tanpa adanya halangan.

Masa mengganti puasa Ramadhan dimulai dari bulan Syawal dan berakhir di bulan Syaban.

4 Arahan MUI dalam Menjalani Ibadah Ramadhan 2020

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Asrorun Niam Sholeh menegaskan, pandemi Corona (Covid-19) bukan halangan untuk beribadah selama Ramadhan.

"Hanya saja karena adanya kondisi khusus, maka kebiasaan yang kita lakukan di dalam ibadah Ramadhan selama ini, juga perlu diadaptasi dengan kekhususan itu," ujar," kata Asrorun dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Jakarta, Senin (13/4/2020).

Menurut dia, tata cara beribadah kali ini sedikit berbeda karena harus mematuhi protokol kesehatan terkait Covid-19 dengan berdiam diri di rumah.

Larangan Mudik dari Presiden 

Mudik atau Mulih Dilik merupakan budaya masyarakat Indonesia ketika menyambut hari raya, baik bagi muslim maupun non-muslim. 

Bagi umat islam sendiri, budaya mudik dilakukan tiap tahun ketika memasuki hari terakhir puasa

Umat islam melakukan silaturrahmi kepada tetangga, keluarga, dan sanak saudara jauh yang tidak bisa ditemui tiap hari. 

Budaya silaturrahmi ini mempererat ikatan persaudaraan baik sebagai keluarga maupun sebagai sesama umat muslim. 

Namun, penyebaran Covid-19 atau virus Corona di Indonesia membuat presiden mengeluarkan larangan untuk melakukan mudik. 

Sebelumnya, presiden telah melaran ASN, TNI, dan pegawai BUMN untuk tidak melakukan mudik pada bulan ramadhan dan hari raya tahun ini. 

Kalender Cuti Bersama pun telah digeser ke tanggal akhir tahun oleh pemerintah untuk ASN, TNI, dan pegawai BUMN agar tak mudik. 

Setelah melarang ASN, TNI, dan Pegawai BUMN mudik, hari ini presiden Jokowi telah mengeluarkan larangan untuk melakukan mudik bagi seluruh masyarakat, Selasa (21/4/2020).  

"Saya ingin mengambil keputusan setelah larangan mudik TNI Polri ASN dan pegawai BUMN sudah kita lakukan, pada rapat kali ini saya sampaikan bahwa mudik semuanya akan kita larang," ujar Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi meminta seluruh instansi untuk mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan larangan mudik seperti menutup jalan tol, dan penyaluran bantuan sosial (BANSOS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved