Selasa, 28 April 2026

Biodata Belva Devara, CEO Ruang Guru yang Mengundurkan Diri dari Stafsus Milenial Jokowi Hari Ini

Berikut merupakan biodata Adamas Belva Syah Devara, Staff Khusus Milenial Jokowi yang mengundurkan diri hari ini, Selasa (21/4/2020).

Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Adrianus Adhi
Kolase SURYA.co.id/ Instagram @Belvadevara
Adamas Belva Devara 

SURYA.CO.ID, Surabaya - Berikut merupakan biodata Adamas Belva Syah Devara, Staff Khusus Milenial Jokowi yang mengundurkan diri hari ini, Selasa (21/4/2020). 

Adamas Belva Syah Devara atau Belva Devara lahir di Jakarta, 30 Mei 1990 dari pasangan bernama Tri Harsono dan Murni Hercahyani. 

Belva Devara lahir sebagai anak sulung dari tiga bersaudara

Kedua orangtuanya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Belva Devara menempuh pendidikan menengah pertama di SMP Islam Al Azhar 8, dan pendidikan menengah atas di SMA Presiden, sebuah sekolah semi-militer bertaraf internasional.

Belva Devara mulai dikenal publik sejak ia mendirikan start-up yang bergerak di bidang pendidikan, Ruangguru.

Atas kontribusi dan sepak terjangnya untuk negeri, Belva Devara didapuk sebagai staff khusus milenial Jokowi Pada 12 November 2019 silam

Belva kemudian mengundurkan diri sebagai stafsus milenial Jokowi pada Selasa, (21/4/2020) 

Ia mengundurkan diri usai adanya konflik kepentingan antara posisinya sebagai stafsus Milenial dan CEO Ruang Guru yang merupakan partner pemerintah dalam melaksanakan program Kartu Pra Kerja. 

Pendidikan

Belva Devara menempuh pendidikan di SMA Presiden, Bekasi.

Selama SMA, ia selalu meraih peringkat satu dan berkat itu, ia tak mengeluarkan uang sepeserpun untuk biaya pendidikan.

Belva Devara mendapatkan beasiswa penuh selama mengenyam pendidikan di sana.

Belva Devara juga aktif sebagai Ketua OSIS di SMA Presiden.

Kemudian Belva Devara melanjutkan pendidikannya ke Nanyang Technological University (NTU) Sngapura.

Studinya ke Singapura dibiayai penuh oleh pemerintah Singapura.

Belva Devara mengambil gelar ganda di program studi Ilmu Komputer dan Manajemen Bisnis.

Kegemilangan Belva Devara semakin menjadi.

Ia meraih 3 penghargaan prestise di NTU.

Studi di Amerika

 - Stanford University

Tahun 2013 ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat.

Belva Devara memilih untuk mendapatkan gelar MBA (Master of Business Administration) di Stanford University.

Di sini pun ia tak mengeluarkan biaya dengan mendapatkan beasiswa.

Ketika berkuliah di Stanford University, ia sempat menjabat sebagai Co-President Stanford GBA Asia Club.

Ia berhasil mendapatkan pengahargaan manajemen publik dan inovasi sosial di tahun 2015.

Belva Devara mampu mendapatkan gelar MBA-nya dalam waktu singkat, hanya 1 tahun.

 - Harvard University dan Massachusetts Institute of Technology

Pada tahun 2014, ia langsung mendaftar di Harvard University dengan mengambil jurusan Public Policy (kebijakan publik) dan lagi-lagi mendapatkan beasiswa penuh.

Tidak hanya mempelajari kebijakan publik, ia juga mengambil beberapa mata kuliah di fakultas lain seperti Harvard Law School, Harvard Graduate School of Education, dan Harvard Medical School.

Selain itu, ia juga sempat merasakan pengalaman belajar perencanaan tata kota di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Belva juga sempat terdaftar sebagai peneliti tamu di Ash Center for Democratic Governance and Innovation selama berkuliah di Harvard.

Karier

Di sana, ia menangani beragam klien yang datang dari berbagai bidang usaha seperti minyak dan gas, pendidikan, kesehatan masyarakat, barang konsumsi, sampai telekomunikasi.

Tercatat, Belva Devara bekerja selama 2 tahun di McKinsey & Co.

Hingga saat dirinya tengah menghadapi tes untuk meneruskan pendidikannya ke jenjang pascasarjana, Belva Devara sempat kesulitan mencari mencari guru privat online yang sesuai dengan kebutuhannya.

Saat itu, ia juga bersama sahabatnya yang bernama Iman Usman.

Dari pengalaman itu, mereka berdua menyadari betapa sulitnya hal tersebut.

Dari sinilah, keduanya kemudian mendirikan Ruangguru, yang kemudian menjadi sebuah terobosan di Indonesia.

Khususnya di bidang belajar dan mengajar secara digital.

- Ruangguru

Pada tahun 2016 Belva kembali ke tanah air dan memutuskan untuk fokus pada perusahaan start-up nya, Ruangguru.
Ia bersama Iman Usman mengembangkan Ruangguru menjadi platform teknologi edukasi terbesar di Indonesia.

Saat ini yang sudah menjangkau lebih dari 15 juta siswa di seluruh Indonesia dan 300.000 guru.

Layanan yang disediakan Ruangguru tidak hanya sebatas bimbel untuk pelajar SD-SMP-SMA, namun juga persiapan SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan seleksi STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara).

Pertumbuhan Ruangguru sendiri dibandingkan bimbel online sejenis Quipper atau Zenius juga sangat pesat karena pemanfaatan aplikasi smartphone untuk proses belajar mengajar siswa.

Selain itu, siswa juga disediakan layanan belajar offline dan online, mengombinasikan belajar secara tatap muka dengan guru privat dan online melalui aplikasi.

Tidak mengherankan jika ia pernah diundang oleh Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet terbatas di Istana Bogor, yang dihadiri 19 menteri untuk memberikan pandangan yang diperlukan dalam menghadapi perubahan teknologi yang sangat cepat di dunia pendidikan.

Lima tahun berjalan, Ruangguru sendiri sudah pernah mendapat kuncuran pendanaan seri B senilai US$7 miliar di tahun 2017 dari lembaga investasi Bank UOB dan pendanaan hibah dari program MIT Solve yang ditujukan untuk program Ruangguru Digital Bootcamp pada tahun 2018.

Juli lalu, Ruangguru merayakan ulang tahun yang ke-5 dengan puncak perayaan acara yang disiarkan serentak di 10 stasiun TV nasional.

Acara tersebut berhasil mengantarkan Ruangguru trending di media sosial dan masuk dalam daftar popular search Google.

Sejauh ini, aplikasi Ruangguru menjadi aplikasi belajar terpopuler 2018 berdasarkan Google Play User’s Choice Award 2018 dan memperoleh rating tertinggi untuk aplikasi belajar di Indonesia, dengan rating 4.7/5.

Belva sendiri bersama Iman Usman mendapatkan penghargaan sebagai pemuda di bawah usia 30 tahun tersukses dalam bidang consumer technology versi majalah Forbes Asia.

- Staf Khusus Presiden

Presiden Joko Widodo memperkenalkan 7 orang yang menjadi staf khususnya.

Pengumuman itu dilakukan di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/11/2019).

Jokowi menyebut, 7 staf khusus barunya ini berasal dari kalangan milenial.

Ia berharap bisa mendapat masukan-masukan segar dari para pembantu barunya ini.

7 nama yang didapuk sebagai Staf Khusus Presiden tersebut didominasi oleh anak muda.

Selain Belva Devara, ada pula Putri Tanjung (CEO dan Founder Creativepreneur), Angkie Yudistia (pendiri Thisable Enterprise), Billy Mambrasar (pemuda asal Papua, dapat beasiswa kuliah di Oxford), juga Ayu Kartika Dewi (perumus Gerakan Sabang Merauke).

Belva kemudian mengundurkan diri sebagai stafsus milenial Jokowi pada Selasa, (21/4/2020) 

Ia mengundurkan diri usai adanya konflik kepentingan antara posisinya sebagai stafsus Milenial dan CEO Ruang Guru yang merupakan partner pemerintah dalam melaksanakan program Kartu Pra Kerja. 

Pengunduran dirinya sebagai stafsus milenial Jokowi ia sampaikan ke publik melalui unggahan di akun instagram pribadinya @belvadevara

Penghargaan & Prestasi
Prestige Magazine 40 under 40 The Vanguards 2018
ASEAN 40 under 40 oleh ASEAN Advisory 2018
Forbes 30 under 30 2017
Atlassian Foundation MIT SOLVE Grantee 2017
Australian DFAT MIT SOLVE Grantee 2017
GSMA Innovation Fund Grantee 2017
Wirausahawan Paling Menjanjikan di ASEAN 2016
Social Enterprise of the Year 2016 (Wirausahawan Sosial 2016)
Penghargaan Bubu Awards 2015
Medali Emas Lee Kuan Yew 2011
Medali Emas Accenture 2011
Medali Emas Infocomm Development Authority of Singapore 2011
Young Leader for Indonesia 2011
Medali Bhagaskara Adi Tanggap 2007

Sumber: TribunnewsWiki
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved