Breaking News:

Tips Sehat di Tengah Virus Corona

Berjemur Pagi Tak Efektif Usir Virus, Malah Bikin Keriput. Dokter RSCM Beri Panduan Lengkap

Berdasarkan warna kulit inilah walaupun waktu berjemur sama, belum tentu rentang waktunya sama, karena berbeda warna kulitnya.

ahmad zaimul haq/surya
Ratusan PNS Pemkot Surabaya berjemur di Jalan Jimerto, Selasa (31/3/2020) pukul 10.00 pagi. berjemur untuk meningkatkan daya tahan tubuh saat pandemi virus corona atau covid-19 seperti saat ini. Waktu untuk berjemur berlangsung selama 15 menit. 

Berjemur Pagi Tak Efektif untuk Virus, Malah Bikin Keriput. Dokter RSCM Beri Panduan Lengkap

SURYA.CO.ID I JAKARTA - Akhir-akhir masyarakat Indonesia rajin berjemur di bawah terik panas matahari.

Tapi tahukah anda, ternyata banyak orang yang sudah berjemur masih kekuarang Vitamin karena cara berjemurnya tidak efektif.

Mau berjemur efektif dan berapa lama berjemur yang baik? Ikuti panduan dr Sondang Aemilia P Sirait SpKK.Dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini (RSCM)

Dijelaskan, berjemur tidak hanya didasari kapan waktunya saja, tapi perlu juga memperhatikan durasi dan warna kulit seseorang.

Sondang Aemilia menjelaskan, tubuh kita memiliki sistem kekebalan tubuh.

Sinar matahari, perannya adalah membentuk vitamin D yang dibutuhkan tubuh untuk:

1. Meningkatkan imunita tubuh.
2. Memperkuat tulang.
3. Melawan virus-virus yang masuk ke tubuh kita," ujar dr Sondang.

Salah Pilih Waktu Jadi Keriput

Sinar matahari memiliki ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB). Dari seluruh ultraviolet matahari, sebanyak 95 persen adalah UV A dan sisanya UVB hanya 5 persen.
“Padahal untuk membentuk vitamin D membutuhkan UVB. Jadi kita harus pandai-pandai, kapan paling banyak, di jam berapa?,” kata dokter Sondang Aemilia kepada wartakotalive.com.

Halaman
1234
Editor: Suyanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved