Breaking News:

Smartwealth

Berinvestasi Disaat Harga Murah

saat seperti ini merupakan kesempatan langka bagi masyarakat untuk dapat berinvestasi dengan harga yang cukup murah.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id/Habibur Rohman
Ilustrasi investasi dari rumah 

SURYA.co.id - Presiden Direktur Sucor Asset Management, Jemmy Paul Wawointana mengatakan pandemik Covid-19 memberi pelajaran masyarakat untuk melakukan pengelolaan keuangan sejak dini. Menurutnya, justru saat seperti ini merupakan kesempatan langka bagi masyarakat untuk dapat berinvestasi dengan harga yang cukup murah.

"Penurunan indeks dari level 6.300an sempat ke level di bawah 4.000. Valuasi saham-saham blue chip sudah turun ke level yang sangat murah," ungkap Jemmy.

Berdasarkan laporan keuangan full year 2019, Sucor Asset Management melihat valuasi beberapa saham blue chip bahkan saat ini ada yang berada di level 2008 akhir. Ini merupakan peluang  yang dapat dimanfaatkan investor untuk menambah porsi investasi reksa dana saham.

Ivan Jaya, Head of Wealth Management & Premier Banking Bank Commonwealth menyebut, meskipun saat ini terjadi ketakutan dan ketidakpastian, setiap investor harus berpikir jernih dan melihat ke depan ketika bisnis dan ekonomi sudah kembali normal. "Milikilah pemikiran untuk berinvestasi jangka panjang. Dengan pemikiran berinvestasi untuk jangka panjang maka dapat mencegah reaksi jual spontan dan melihat ini sebagai peluang untuk membeli," ungkap Ivan.

Ivan menyebutkan, untuk nasabah yang memiliki profil risiko agresif, valuasi IHSG yang sudah cukup murah saat ini yakni berada pada kisaran 9-11x price to earnings ratio (P/E) dapat dimanfaatkan untuk menambah porsi kelas aset saham yang sempat tergerus akibat penurunan beberapa waktu lalu dengan menggunakan alokasi kas yang ada. Jika melihat historikal pada tahun 2008 ketika P/E IHSG sempat menyentuh level seperti saat ini, IHSG dapat kembali pada rata-rata P/E sekitar 14-15x selama kurang lebih 10-12 bulan.

Berinvestasi disaat harga murah

Pandemik Covid-19 yang memaksa masyarakat untuk tetap berada di rumah, harusnya tidak menghalangi masyarakat untuk berinvestasi.

Jemmy menyebutkan, pihaknya memiliki berbagai macam produk dari berbagai asset class yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat profil risiko nasabah. "Sucor Asset Management saat ini merupakan salah satu manajer investasi dengan performance yang selalu berada di top kuartal, juga merupakan salah satu MI peraih penghargaan terbanyak beberapa tahun belakangan ini," ungkap Jemmy. Hal ini menandakan konsistensi Sucor  Asset Management dalam mengelola dana.

Sedangkan Bank Commonwealth, sebagai salah satu bank dengan jumlah investor reksa dana terbesar,  memiliki produk reksa dana lengkap dari manajer investasi terkemuka. "Kami juga yang terdepan menyediakan layanan digital termasuk untuk transaksi online dimana investor dapat melakukan seluruh transaksi reksa dana bisa dari mana dan kapan saja melalui smartphone-nya," ungkap Ivan.

Investor maupun calon investor dapat membeli instrumen investasi dari rumah selama social distancing diberlakukan melalui Internet Banking ataupun Mobile Banking Bank Commonwealth dan memantaunya melalui aplikasi CommBank Smartwealth yang diluncurkan oleh Bank Commonwealth tahun lalu. Yang paling menonjol di antaranya adalah investor bisa memonitor pertumbuhan seluruh portofolio produk wealth management. “Portfolio itu mencakup produk investasi seperti seperti reksadana dan obligasi (bonds), asuransi (bancassurance), dan tabungan serta deposito kapan saja dan di mana saja, investor bisa melakukan pembelian Surat Berharga Negara secara online seperti ORI dan Sukuk Ritel, menerima informasi terkait makroekonomi maupun kondisi market terkini,” tutup Ivan. (rie)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved