Single Focus

Ketua Dewan Pendidikan Surabaya: Belajar Daring Efektif Dibarengi Ubah Cara Belajar

Sudah hampir tiga minggu semua siswa tak lagi belajar tatap muka di kelas karena dampak pandemi corona.

foto: net
Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Martadi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sudah hampir tiga minggu semua siswa tak lagi belajar tatap muka di kelas karena dampak pandemi corona. Mereka melakukan pembelajaran daring di rumah masing-masing.

Model pembelajaran seperti ini hanya untuk menuntaskan kompetensi yang bersifat knowledge.

Tetapi, untuk skill atau ketrampilan relatif lebih susah dicapai dengan pembelajaran daring Pembelajaran daring akan efektif jika dibarengi dengan perubahan cara belajar dan cara mengajar guru. Pembelajaran online ini, guru harus lebih kreatif, interaktif dan menyenangkan.

Jangan sekadar memberi soal latihan atau menugaskan anak membaca teks. Pasti ini akan membuat anak bosan dan ujungnya tidak mau belajar karena tidak menarik.

Harus dikemas dengan berbagai variasi. Bisa menggunakan multi media, game media educatif, video zoom, latihan, atau video tutorial.

Tugas dan aktivitas anak dipantau dan didiskusikan, agar bisa dilihat progress dan memberikan umpan balik.

Sistem daring sebenarnya merupakan salah satu pilihan model pembelajaran di era digitalisasi. Tetapi, sistem daring tidak akan menggantikan sepenuhnya peran guru.

Namun, pendidikan juga melatih keterampilan dan menumbuhkan nilai-nilai perilaku. Daring memang cukup efektif jika untuk mengajarkan pengetahuan. Sehebat apapun sistem digital tidak akan mengantikan sepenuhnya peran guru.

Anak sebagai manusia masih membutuhkan kasih sayang, perhatian dan pujian.

Kuatkan keluarga
Dalam situasi social distancing corona ini, yang perlu diperhatikan adalah menguatkan kembali fungsi keluarga sebagai pendidikan yang pertama dan utama.

Artinya, justru yg diperkuat bagaimana membangun kesadaran orang tua untuk terlibat secara aktif mendampingi belajar anak.

Ini untuk meletakkan karakter anak. Tentu dengan arahan atau dipandu guru dalam bentuk tugas belajar.

Berikan tugas anak dengan membantu orang tua mengerjakan aktivitas sehari-hari. Mulai merapikan tempat tidur, membersihkan rumah, membantu memasak, atau baca buku bersama, lalu isinya dibuat resume. Termasuk ibadah bersama di rumah.

Penilaian harus mekibatkan orang tua untuk ikut memantau atau menilai kemampuan anak melalui ceklist sikap dan pengetahuan. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved