Berita Mojokerto

Diduga Gangguan Jiwa, Pria di Kota Mojokerto Tusuk Saudarinya Dengan Pisau

Seorang pria 63 tahun yang diduga mengalami ganguan jiwa menganiaya saudara kandung di dalam rumahnya di kota Mojokerto.

surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Polisi mengamankan pelaku penganiyaan di Lingkungan Sinoman Gang I, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Rabu (15/4/2020). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Patut Martono (63), pria yang diduga mengalami gangguan jiwa menusuk Maria, saudarinya sendiri di dalam rumah di Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Rabu (15/4/2020).

Penganiyaan itu terjadi saat korban berada di dalam rumahnya. Saat itu, pelaku menghampirinya dan langsung menusukkan pisau ke arah korban.

Korban sempat menjerit berteriak meminta tolong dan didengar warga setempat. Sontak, warga berupaya menyelamatkan korban yang kondisinya berlumuran darah tersebut.

Warga mengevakuasi korban untuk mendapatkan perawatan medis di Reksa Waluya Kota Mojokerto.

Suparman, warga setempat mengatakan warga terpaksa mendobrak pagar dalam kondisi terkunci untuk masuk ke dalam rumah. Kondisi korban berlumuran darah di kamar mandi dalam keadaan terkunci.

"Saya melihat korban berlumuran darah ada luka sayatan di bagian wajah dan tangannya yang kemungkinan akibat ditusuk menggunakan pisau," ujarnya.

Ia mengatakan pelaku berupaya melarikan diri ketika melihat banyak warga yang berkerumun. Pelaku dalam kondisi tangannya masih berlumuran darah keluar dari dalam rumah. Warga beramai-ramai  menangkap pelaku dan melaporkan kejadian penganiayaan ini ke pihak Kepolisian.

"Kami menangkap pelaku kemudian menunggu Polisi untuk mengamankannya," terangnya.

Ditambahkannya, warga setempat telah mengetahui bahwa pelaku diduga sudah lama mengalami gangguan jiwa. Pelaku sudah diamankan di Polres Mojokerto Kota.

"Pelaku dan korban tinggal di rumah yang sama. sebelumnya tidak pernah terjadi keributan," ucapnya.

Kasatreskrim Polresta Mojokerto, AKP Sodik Efendi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus penganiayaan tersebut. Pihaknya juga memeriksa kondisi psikologis yang bersangkutan terkait perbuatannya melakukan penganiayaan ini.

"Kami masih menyelidiki motif pelaku sehingga melakukan penganiayaan," ujarnya.

Sodik menjelaskan dari keterangan sanksi pelaku menusuk korban dengan senjata tajam di bagian punggung dan kepalanya.
Penyidik belum dapat memastikan kondisi kejiwaan pelaku.

"Kalau terkait kejiwaaan pelaku nanti ya kita serahkan pada ahlinya untuk menjawabnya," tandasnya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved