Advertorial

Bupati Pamekasan Resmikan Puskesmas Larangan Badung, Berharap Tidak Ramai Pasien

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, meresmikan Kantor UPT Puskesmas Larangan Badung, Kecamatan Palengaan

SURYA.CO.ID/Kuswanto Ferdian
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat menandatangani prasasti peresmian Kantor UPT Puskesmas Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Senin (13/4/2020) kemarin. 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, meresmikan Kantor UPT Puskesmas Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Senin (13/4/2020) kemarin. Puskesmas yang diresmikan ini merupakan puskesmas ke 21 yang berada di wilayah setempat.

Lokasi puskesmas ini cukup strategis, sebab berada di pinggir jalan raya yang menjadi lalu lintas warga Kecamatan Palengaan dan Kecamatan Pegantenan.

Saat memberi sambutan, Baddrut Tamam berharap puskesmas yang diresmikannya itu tidak ramai alias sepi pengunjung.

Sebab kalau Puskesmas sepi, kata dia, menunjukkan masyarakatnya sehat.

Begitu sebaliknya, apabila puskesmas itu ramai, berarti masyarakat yang ada di wilayah tersebut tidak sehat atau banyak yang sakit.

Selain itu, politisi PKB ini juga mengutarakan, Puskesmas Larangan Badung tersebut diresmikan di tengah suasana Covid-19, yang mana suasana ini banyak menganggu keseluruhan sendi kehidupan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat menurun, pusat pelayanan pemerintahan harus dibagi sedemikian rupa dan beberapa hal lain yang membuat masyarakat mengeluh.

“Tetapi karena kita ini mau menyelesaikan persoalan, akhirnya kita tidak mengeluh. Karena kalau kita mengeluh, apalagi dengan kalimat yang tidak produktif, maka akan terekam dalam alam tidak sadar kita dan ketika direkam didalam itu, menjadi kepribadian. Setelah menjadi kepribadian, maka bisa saja karakter mengeluh itu bisa menempel dalam diri kita. Karena itu saya mengajak kita semua, ayo tetap optimis dalam situasi apapun," katanya.

Terkait dengan pelayanan puskesmas, Baddrut Tamam menegaskan bahwa yang dibutuhkan utamanya adalah kepercayaan.

Setelah kepercayaan, baru kerja sama untuk memberikan pelayanan yang excellent dalam bekerja baru kemudian akan sukses.

Menurutnya, tidak ada kesuksesan tanpa kerja sama dan untuk bisa kerja sama perlu kepercayaan.

“Saya ingin katakan puskesmas ini harus membangun kepercayaan dimulai dari luar pagar, masuk ke dalam pagar lobby, sampai kemudian ke pusat pelayanan. Di depan sudah meyakinkan bahwa puskesmas ini akan memberikan bantuan edukasi dan pelayanan kesehatan. Di lobby disambut dengan ucapan selamat dengan ramah," ujar Baddrut Tamam mengingatkan.

Puskesmas sebagai mitra masyarakat, tambahnya, artinya antara masyarakat dan puskesmas memiliki peran yang sama dalam menjaga kesehatan. Bukan puskesmasnya jadi garda terdepan, tapi masyarakatnya.

Jika puskesmas jadi garda terdepan, maka lanjutnya, masyarakat akan menjadi objek, bukan menjadi subjek strategis dalam memberikan pelayanan.

Terkait dengan musibah Covid-19 yang juga melanda Pamekasan, Baddrut Tamam juga mengajak masyarakat untuk menjadi masyarakat yang sadar patuh akan bahaya Corona. Biasanya masyarakat model ini selalu menjaga jarak, menghindar dari keramaian, keluar bila perlu dan selalu berdoa. Tidak menjadi masyarakat yang pasif apalagi antipati.

“Tugas pemerintah sekarang adalah memberikan edukasi kepada masyarakat memberi pelayanan kepada masyarakat ketika sakit, mengedukasi untuk tidak sakit, tetapi ketika sakit akan mendapatkan pelayanan yang excellent dan professional,” pungkasnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved