Berita Mojokerto

Warga Tidak Mampu yang Terdampak Covid-19 di Kota Mojokerto Dapat Sembako dan Uang

Dinas Sosial Kota Mojokerto menyalurkan bantuan paket sembako dan uang tunai kepada warga miskin yang terdampak Covid-19.

surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat membagikan bantuan sosial kepada masyarakat tidak mampu yang terdampak Covid-19. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Dinas Sosial Kota Mojokerto menyalurkan bantuan paket sembako dan uang tunai kepada masyarakat dari golongan tidak mampu yang secara tidak langsung terdampak Covid-19 di Kota Mojokerto.

Bantuan sosial tersebut akan mulai didistribusikan selama 15 hari mulai Rabu (15/4/2020).

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan bantuan sosial diberikan bagi mereka yang secara tidak langsung terdampak Covid-19 mulai dari tukang becak, penyandang disabilitas, lansia kurang mampu dan anak yatim non panti.

Sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban hidup mereka selama wabah Pandemi Covid-19.

"Melalui bantuan sosial ini kami ingin memberikan semangat hidup di tengah himpitan tingginya harga kebutuhan pokok," ungkapnya, Senin (13/4/2020).

Ia menjelaskan data Dinas Sosial Kota Mojokerto tercatat sebanyak 1.264 orang lansia kurang mampu yang mendapatkan bantuan, 369 anak yatim non panti, 600 tukang becak dan 300 penyandang disabilitas.

Katanya, bantuan paket sembako dan uang tunai khususnya bagi lansia akan disalurkan secara door to door ke masing-masing rumah. Sedangkan, pengambilan bantuannya untuk anak yatim bisa datang ke Kantor Pos.

"Bagi penyandang disabilitas serta tukang becak dapat mengambil bantuan ke Kantor Dinas Sosial di Jalan Benteng Pancasila," ujarnya.

Masih kata Ning Ita, bantuan untuk tukang becak, penyandang disabilitas, anak yatim non panti akan disalurkan sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan penerapan Physical Distancing.

"Mekanisme pengambilan bantuan kita batasi maksimal 30 orang setiap satu jam," terangnya .

Ditambahkannya, bantuan sosial ini tidak berupa sembako dan uang tunai yang meliputi lansia kurang mampu akan mendapatkan bantuan uang tunai Rp.500 ribu perorang. Sedangkan, anak yatim non panti akan mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp 1 juta perorang.

Lebih lanjut, penyandang disabilitas dan tukang becak akan mendapatkan bantuan sembako berupa beras, minyak goreng, mie instan, gula dan kecap manis.

"Bantuan sembako ini untuk memberikan perlindungan sosial kepada mereka selama wabah Covid-19 yang tak kasat mata ini melanda," tandasnya.

Menurut Ning Ita, pemerintah daerah juga memberikan bantuan kepada 6.458 keluarga pra-sejahtera. Bantuan berupa sembako dapat diambil melalui e-Warung masing-masing di setiap lingkungan sesuai jadwal.

"Selain bantuan sosial kepada mereka yang telah terdata kami juga membuka operasi pasar murah di e-Warung dan Kantor Dinas Sosial. Operasi pasar murah ini, berupa satu paket gula dan minyak dengan harga terjangkau yang bisa dibeli oleh semua orang," tukasnya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved