MPL Season 5
Biodata Evos Legends, Runner Up MPL Season 5, Wakil Indonesia di MSC 2020
Ini merupakan profil atau biodata Evos Legends, Runner up MPL Season 5 sekaligus perwakilan tim Mobile Legends Indonesia di Mobile Legends Southeast
Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id - Ini merupakan profil atau biodata Evos Legends, Runner up MPL Season 5 sekaligus perwakilan tim Mobile Legends Indonesia di Mobile Legends Southeast Asia Cup, Senin (13/4/2020).
Evos Legends merupakan divisi Mobile Legends dari Evos esports.
Evos esports adalah tim esports asal Singapura yang mengakuisisi tim Lord, yaitu cikal bakal Evos Legends saat ini.
Lord mempunyai komposisi yang kuat dan menjadi pesaing RRQ O2 pada turnamen besar sebelum adanya MPL.
Akuisisi ke Evos membuat rivalitas Lord dengan tim RRQ O2 semakin besar.
Dari sini, mulai tumbuh skena professional Mobile Legends.
Evos yang beranggotakan pemain-pemain top global kala itu kerap disandingkan dengan tim RRQ O2
Terlebih, pada saat itu Evos merekrut Eko Julianto AKA Oura, dan Tobias Justin AKA Jess No Limit.
Dua pemain tersebut adalah pemain dengan tingkat popularitas tertinggi di Indonesia kala itu
Evos dahulu kerap diberi julukan raja tanpa mahkota karena kerap tumbang pada babak grand final.
Berikut perjalanan Evos selama mengikuti MPL sejak Season 1- hingga Season 5.
MPL Season 1
MPL Season 1 mengawali langkah Evos menunjukkan kekuatannya. Dengan susunan pemain yang tak usah diragukan lagi ketangkasannya seperti Oura, Jess No limit, Donkey, Ios, Kneer, dan Oreo, Evos tampil kuat selama regular season.
Pada babak playoff mereka dapat memasuki babak grandfinal, sementara rival mereka RRQ harus kalah di babak semifinal oleh NXL,
Evos berada diatas angin ketika menghadapi NXL
Unggul 2-0 pada awal pertandingan grand final, Evos terkena comeback oleh NXL.
Evos takluk 3-2 melawan NXL di babak grandfinal
Evos harus puas di peringkat kedua MPL Season 1
MPL Season 2
Evos ditinggal tanker kuatnya Donkey menuju Louvre, dan Kneer, Oreo yang yang memilih pensiun.
Dengan susunan roster barunya, Evos terseok seok pada regular season MPL Season 2.
Sempat berada pada zona merah, Evos mampu bangkit dan menagkhiri musim di peringkat ke-4.
Pada babak playoff mereka tampil menggila dengan menaklukkan pemuncak klasemen regular season, Onic esports sebanyak 2 kali.
Evos mengalahkan Onic pada babak upper bracket, dan final lower bracket.
Catatan ini berbanding terbalik dengan pertemuan Evos melawan RRQ.
Evos kalah dua kali melawan RRQ yaitu di babak final upper bracket dan grand final.
Evos lagi lagi harus puas di peringkat kedua pada MPL Season 2.
MPL Season 3
Dua kali juara 2 membuat Evos semakin penasaran untuk mengecap gelar juara.
Ini membuat Evos kembali merombak skuadnya dan hanya mempertahankan Jess No Limit dan Oura.
Keputusan perombakan skuad justru menjadi blunder terbesar Evos selama MPL.
Pasalnya, mereka tampil meragukan di babak regular season.
Pada playoff MPL Season 3, mereka justru tereliminasi pada hari pertama.
Ini menjadikan catatan terburuk Evos selama berpartisipasi di MPL.
MPL Season 4
Usai mendapatkan musim terburuknya, Evos kembali merombak skuad. Jess No Limit memilih untuk pensiun dan menyisahkan Oura yang menjadi pemain aktif Evos sejak MPL Season 1.
Oura masih tetap bersama dengan Rekt yang juga memperkuat Evos di MPL Season 3. 3 pemain masuk yaitu Donkey, Luminaire, dan Wann.
MPL Season 4 ini menjadi titik balik bagi Evos Legends di skena professional.
Mereka mampu tampil kuat di regular season dan mengakhiri dominasi RRQ.
Di babak playoff, Evos berhasil menaklukkan RRQ dua kali yaitu di babak final upper bracket dan Grand Final.
Evos akhirnya mendapatkan gelar juara MPL usai kalahkan RRQ dengan skor 3-1
Pencapaian ini membuat Evos menyudahi gelar raja tanpa mahkota mereka.
MPL Season 5
Memenangi berbagai turnamen baik nasional maupun internasional membuat Evos kembali ditakuti oleh tim-tim lawan. Namun, kehilangan Oura yang pensiun dan Donkey yang lebih memilih menjadi cadangan menjadikan pukulan terbesar bagi Evos Legends.
Pada babak regular season MPL Season 5, Evos berkali-kali melakukan pergantian pemain. Berbeda dengan saat mereka menjadi juara di MPL Season 4 dimana mereka sama sekali tidak melakukan pergantian roster.
Evos sempat pincang pada awal musim, tetapi bisa menaikkan performa kembali dan mengakhiri regular season di posisi ke-3.
Pada babak playoff mereka mampu menang melawan Genflix Aerowolf, Bigetron Alpha yang menjadi peringkat kedua regular season, dan Onic esports.
Pada babak final upper bracket dan grand final mereka harus mengakui kekuatan RRQ Hoshi.
Hasil Final MPL Season 5 yang mempertemukan antara RRQ dan Evos berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan RRQ.
Hasil Ini membuat Evos Legends akan mendampingi RRQ untuk tampil di Mobile Legends Southeast Asia Cup MSC 2020.
MSC 2020 akan diselenggarakan di Filipina, 10-12 Juni 2020.
MSC akan dihadiri oleh 12 tim perwakilan dari 9 negara di Asia Tenggara.
Juara MSC akan membawa pulang prizepool Sebesar 150.000 USD atau setara dengan 2 Milyar Rupiah
Berikut susunan pemain yang membawa Evos Legends juara 2 di MPL Season 5.
Fahmi Adam Alamsyah AKA Rexxy
Rexxy merupakan pemain jebolan Evos Academy. Sebelumnya, ia berposisi sebagai pemain midlane. Berubahnya Meta pada MPL Season membuat ia sering dimainkan sebagai support, atau midlane tanpa buff.
Rexxy tampil sangat bagus bersama Evos Legends di babak playoff MPL Season 5.
Gustian AKA Rekt
Rekt adalah pemain veteran di ranah professional MLBB. Telah aktif sejak MPL S1, Rekt dikenal sebagai julukan si petani karena kecepatan farming yang ia miliki ketika menggunakan hero Assassin/marksman. Sebelum membela Evos, ia sempat membela Bigetron di MPL S1, kemudian pindah ke Louvre e-sports pada MPL S2.
Rekt baru bergabung ke Evos e-sports pada MPL S3. Sempat ditunjuk sebagai pemain tank, Rekt akhirnya kembali menggunakan hero hardcarry. Perubahan Meta pada MPL Season 5 membuat ia harus mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Oura di posisi Offlane.
Pada MPL Season 5, Rekt berganti posisi menjadi offlaner saat regular season memasuki minggu-minggu akhir.
Pergantian posisi Rekt berbuah manis, ia mampu mengangkat performa tim Evos dan mengakhiri musim di peringkat 3 klasemen dan menjadi juara 2 di MPL season 5.
Ihsan Besari Kusudana AKA Luminaire
Luminaire seakan melejit ketika tampil bersama Evos Legends di MPL S4. ia berhasil menjadi tank support terbaik pada MPL S4. Luminaire menjadi bagian penting dalam permainan Evos Legends musim lalu. Keunggulan untuk open map dan mengganggu musuh menjadi senjata utamanya untuk memberi Rekt ruang farming seluas-luasnya.
Luminaire pada season 5 masih tetap menjadi support bagi Evos Wann. Ia tercatat sebagai pemain dengan jumlah assist terbanyak dibandingkan dengan pemain lain seperti VYN dan KYY
Muhammad Ridwan AKA Wann
Wann adalah pemain debutan di MPL S4. Walaupun debutan, ia sukses menjadi menjadi titik tumpuh Evos Legends untuk memenangi MPL S4. Bertugas sebagai midlaner, Wann selalu berhasil mengobrak-abrik pertahanan musuh bersama Donkey.
Wann pernah membela NV Onic dan memenangi Dunia Games League bersama Muhammad Julian AKA Udil dkk. Setelah dari NV Onic, ia kemudian pindah ke Revo e-sports untuk bermain bersama dua eks-pemain Evos e-sports yaitu Yurino Putra AKA Donkey, dan Jonathan Liandi AKA Emperor. Kegagalan Wann membawa Revo untuk masuk MPL S3 membuka jalannya untuk masuk Evos.
Di MPL season 5, WANN dinobatkan sebagai hypercarry yang dimiliki oleh Evos. Ia tampil menggunakan hero yang mampu mengangkat game menggunakan hero yang dapat memaksimalkan potensi dua buff.
Permainan Ling, Claude, dan Karrie milik Wann sangat ditakuti oleh musuh selama MPL Season 5.
Muhammad Satrya Sanubari AKA Buts
Buts merupakan seorang offlaner kuat yang khusus disiapkan untuk menggantikan posisi Eko Julianto Aka Oura di MPL S5. Buts akan menjadi pemain debutan di MPL S5. meskipun menjadi debutan, ia telah memiliki karir professional.
Buts pernah membela OverPowered Indonesia (OPI) gaming dan mempersembahkan gelar juara Mobile Legends Intercity Championship (MIC) 2019 di Bandung
Masuk menjadi pengganti Oura, Buts masih belum mampu mengisi posisi kosong yang ditinggalkan oleh legenda Evos tersebut.
Buts akhirnya menjadi pemain cadangan usai Larajie masuk, dan Rekt berganti posisi sebagai offlaner.
Raihan Delvino Ardy AKA Bajan
Bajan adalah seorang jebolan Evos Academy yang dipromosikan ke tim utama di MPL S5. Meskipun musim ini ia menjadi debutan, ia tercatat pernah membela Evos Legends ketika menjuarai Indonesia e-sports National Championship (IENC) 2019.
Bajan musim ini disiapkan untuk menjadi pengganti Yurino Putra AKA Donkey yang akan menjadi cadangan di MPL S5. Benar saja, permainan Bajan berkembang pesat musim ini dan menjadi tank andalan Evos.
Masuknya Bajan sebagai pengganti Donkey tidak hanya membuat kuat sisi pertahanan Evos, tetapi memperlebar hero tank yang dimiliki Evos. Selain Grock dan Chou, Bajan tercatat sering memainkan Jawhead dan Khufra yang tidak bisa dikuasai oleh Donkey.
Yurino Putra Angkawijaya AKA Donkey
Donkey merupakan pemain veteran di ranah professional MLBB yang telah aktif sejak MPL S1. Donkey dikenal sebagai pemain tank murni dengan keahlian bar-bar. Tipikal bar-bar yang dimiliki oleh Donkey seringkali menyusahkan lawan-lawannya karena ia selalu menjadi samsak dan berada digaris depan musuh.
Donkey sebelumnya pernah memperkuat Evos-esports pada gelaran MPL S1 dan menjadi runner up, kemudian ia pindah ke Louvre e-sports dan menjadi peringkat keempat di MPL S2. Donkey kemudian pindah ke Revo e-sports namun gagal masuk kualifikasi MPL S3.
Sempat menyatakan pensiun, Donkey kembali bermain beberapa game untuk Evos pada MPL Season 5. Usai bermain beberapa game, Donkey tercatat tidak lagi dimainkan, bahkan di babak playoff.
Coach : Bjorn Ong AKA Zeys
Sosok Zeys sudah tidak asing bagi penggemar Evos Legends. Eks-pemain professional Arena of Valor (AOV) ini telah melatih Evos Legends sejak babak play-off MPL S3. Zeys pada MPL S3 berstatus sebagai pelatih pengganti Evos Legends yang sempat dilatih oleh Gemik. Zeys menutup musim perdananya dengan kenangan pahit disingkirkan dihari pertama babak playoff MPL S3.
Meskipun tidak bisa mendongkrak permainan Evos Legends di MPL S3, ia tetap dipercaya untuk melatih EVOS Legends dan Evos Singapore (SG) di MPL S4. Zeys membuktikan kualitas kepelatihannya ketika menyapu bersih kompetisi MLBB yang diikuti oleh Evos e-sports.
Zeys telah mempersembahkan gelar Indonesia e-sports National Championship (IENC) 2019, MPL S4, dan MLBB World Cup (M1) bersama Evos Legends, dan MPL S4 Malaysia-Singapura bersama Evos SG
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/evos-perwakilan-indonesia-di-msc-2020.jpg)