Single Focus

Belajar di Rumah: Agar Siswa Mudah Menyerap, Guru Berikan Materi dalam Berbagai Format

"Agar siswa mudah menyerap materi, setiap guru menyampaikan dalam berbagai format, ada pdf, power point, sampai video."

surya.co.id/habibur rohman
MANFAATKAN TEKNOLOGI - Selama belajar dirumah, selain menjawab soal, sebagian sekolah memberi tugas audio visual berupa video kegiatan siswa selama di rumah, di antaranya mata pelajaran seni (menari dan menyanyi) serta olah raga. 

SURYA.co.id |SURABAYA - Tidak hanya orang tua, metode pembelajaran jarak jauh juga memberikan tantangan tersendiri kepada para guru.

Proses belajar mengajar tanpa bertatap muka membuat mereka harus memutar otak agar siswa tetap bisa menyerap materi secara optimal.

"Awalnya agak sulit karena dulu masih memakai grup whatsapp. Kami kesulitan memberikan materi dan tugas di minggu pertama," ungkap Syaekhul Qohar Amin, Waka Kurikulum sekaligus guru mata pelajaran IPA SMP Muhammadiyah 11 Surabaya.

Akhirnya, pihaknya memutuskan memanfaatkan layanan google classroom yang ternyata memudahkan guru untuk memberikan materi dan tugas.

"Agar siswa mudah menyerap materi, setiap guru menyampaikan dalam berbagai format, ada pdf, power point, sampai video. Para siswa juga tidak melulu diberikan bacaan," terangnya.

Di samping materi, guru juga memberikan tugas atau kuis sebagai proses penilaian.

Sementara untuk kelulusan murid kelas 9, mengacu kepada Surat Edaran (SE) No 4 Tahun 2020 yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir.

Nilai semester genap kelas 9 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

"Selian itu, kami juga melaksanakan ujian secara daring mulai Senin (13/4) sampai Senin (20/4). Satu mata pelajaran diberi waktu selama 90 menit dengan 30 soal ganda dan 5 uraian," papar Syaekhul.

Sejauh ini, menurutnya, para guru tidak ada kendala dalam menyampaikan materi.

Hanya, Syaekhul mengkhawatirkan siswa yang tidak semua bisa melakukan kegiatan belajar daring secara maksimal.

"Ada siswa yang terganggu sambungan internet, gawai yang tidak mendukung, atau kesusahan paket internet. Ini membutuhkan proses," ungkapnya.

Orang tua berperan
Dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh, orang tua atau anggota keluarga lain memiliki peran penting.

Untuk itu, Syaekhul mengimbau untuk tetap mengawasi anak selama di rumah.

"Diharapkan orang tua tetap mengingatkan atau memeriksa pekerjaan anaknya. Para wali kelas juga akan terus mengingatkan. Selain jadwal pelajaran, kami menyiapkan jadwal keseharian seperti Shalat Duha, mengaji, dan sebagainya," tandasnya. 

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved