Breaking News:

VIrus Corona

28 Dokter Wafat & Ironi Penolakan Pemakaman Perawat Positif COVID-19, Begini Jika Terjadi di Malang

Di tengah wabah virus corona ( COVID-19) yang melanda Indonesia, ada kabar buruk dari meninggalnya sejumlah dokter dan perawat di tanah air.

Warta Kota/Nur Ichsan/KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA
Petugas pemakaman melakukan prosesi pemakaman jenazah positif Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat. Selasa (7/4/2020). Di unit ini petugas telah menyiapkan 20 liang lahat bagi pemakaman jenazah positif Covid-19. dari perkembangan kasus Covid-19 Indonesia per 7 April 2020, Terdapat 2738 Kasus, 221 meninggal, dan 204 sembuh. Foto Kanan : Karangan bunga berderet di pintu masuk TPU Siwarak, Sewakul. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Di tengah wabah virus corona ( COVID-19) yang melanda Indonesia, ada kabar buruk dari meninggalnya sejumlah tim medis di tanah air.

Kabar buruk itu diperparah dengan sikap masyarakat yang menolak pemakaman jenazah perawat, yang masuk salah satu tim medis serta pasien COVID-19 lainnya di sejumlah daerah.

Meski prosedur pemakaman dan penanganan jenazah itu sudah dinyatakan sesuai protokol kesehatan. 

Di satu sisi, dokter, perawat dan tim medis lainnya menjadi garda terdepan dalam menghadapi virus corona ini, di sisi lain, sebagian masyarakat bersikap berlawanan.

Seperti diketahui, Nuria Kurniasih, perawat di RSUP Dr. Kariadi meninggal dunia pada Kamis (9/4/2020) karena terpapar Covid-19.

Jenazahnya yang akan dimakamkan di TPU Sewakul mendapat penolakan dari warga.

Kini kabar duka juga datang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

IDI kembali mengumumkan jumlah dokter yang meninggal dunia karena terpapar COVID-19 bertambah dua orang.

Humas IDI dr. Halik Malik menyebutkan dua dokter yang meninggal adalah dr. Soekotjo Soerodiwirio Sp Rad dan dr. Sudadi Hirawab MS SpOK yang dipastikan positif terjangkit virus corona.

"Dr. Soekotjo sebelumnya dirawat cukup lama di RS Hasa Sadikin sebagai pasien Positif COVID-19 dan dr. Sudadi Hirawa sebelumnya di rawat di RS Persahabatan, sekitar 10 hari sebagai pasien positif covi-19," kata dr. Halik kepada Tribunnews.com, Senin (13/4/202020).

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved