Berita Nganjuk

Dalam LKPJ Bupati Sebut Angka Pengangguran justru Meningkat saat Banyak Pabrik Berdiri di Nganjuk

Terjadinya peningkatan pengangguran selama tahun 2019 menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

foto: achmad amru muiz
Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi (kanan) menyerahkan LKPJ Bupati Nganjuk tahun 2019 kepada Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono setelah rapat paripurna DPRD yang digelar secara online vidio teleconference. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Terjadinya peningkatan pengangguran selama tahun 2019 menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Ini setelah seharusnya angka pengangguran bisa diturunkan dengan semakin banyaknya perusahan membuka pabrik di Nganjuk ternyata justru penganggungan mengalami peningkatan.

Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menjelaskan, dalam laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) Bupati Nganjuk tahun 2019 disebutkan penangguran terbuka di Kabupaten Nganjuk naik menjadi 3,22 persen atau bertambah 1,22 persen dari kondisi pengangguran tahun 2018 yang mencapai kisaran 2 persen.

"Adanya penambahan angka pengangguran satu digit tersebut tentunya menjadi perhatian Pemkab Nganjuk, mengapa kondisi itu sampai terjadi," kata Marhaen Djumadi, Minggu (12/4/2020).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, sebenarnya pada tahun 2019 lalu angka pengangguran di Kabupaten Nganjuk diharapkan bisa turun satu digit menjadi kisaran 1 persen seiring dengan banyaknya perusahaan yang membuka pabrik di Nganjuk.

Di mana perusahaan-perusahaan tersebut bisa menyerap tenaga kerja dari warga lokal Nganjuk sehingga angka pengangguran bisa diturunkan.

Akan tetapi, ungkap Kang Marhaen, panggilan wabup Nganjuk Marhaen Djumadi, dengan terjadinya peningkatan angka pengangguran menjadi perhatian serius Pemkab Nganjuk untuk mencari penyebabnya.

Termasuk dimungkinkan adanya kebijakan Pemkab Nganjuk yang belum dijalankan oleh perusahaan-perusahaan yang masuk dan berdiri di Kabupaten Nganjuk.

"Ini yang akan terus kami cari dan evaluasi, ada apa kok tidak banyak tenaga kerja di Nganjuk yang terserap di perusahaan-perusahaan itu," tandas Kang Marhaen.

Memang, diakui Kang Marhaen, adanya kemungkinan perusahaan terutama yang relokasi ke Nganjuk membawa tenaga kerjanya itu juga sedang dalam kajian.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved