Breaking News:

Virus Corona

Marah, Satpam Aniaya Perawat Saat Diingatkan Harus Pakai Masker Saat Berobat, Ini Kronologinya

Tak terima lantaran diingatkan harus menggunakan masker saat berobat, satpam pria bernisial B ini malah marah dan menganiaya perawat.

surya.co.id/zainel arif
ILUSTRASI. Suasana saat memproduksi masker dan baju hazmat di Studio Jahit Universitas Ciputra Surabaya, Rabu (8/4/2020). 

SURYA.co.id | SEMARANG - Tak terima lantaran diingatkan harus menggunakan masker saat berobat, satpam pria bernisial B ini malah marah dan menganiaya perawat.

Padahal, di tengah wabah virus corona ( COVID-19) ini, pemerintah telah menganjurkan siapa saja harus menggunakan masker, baik yang sehat maupun sakit.

Gara-gara penganiayaan tersebut, kepala perawat yang mendapat pukulan satpam merasa pusing hingga berujung laporan polisi. 

Berikut kronologi satpam aniaya perawat berinisial HM gara-gara tak terima diingatkan harus pakai masker.

Plt Kapolsek Semarang Timur Iptu Budi Antoro mengatakan, peristiwa itu bermula saat pelaku yang merupakan satpam di salah satu sekolah berobat ke Klinik Pratama Dwi Puspita, Kemijen, Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (9/4/2020) pukul 09.00 WIB.

Satpam itu tak mengenakan masker.

Desainer Margaretha J saat menunjukkan masker kain motif batik khas Indonesia bikinannya, Surabaya, Jumat (10/4/2020).
Desainer Margaretha J saat menunjukkan masker kain motif batik khas Indonesia bikinannya, Surabaya, Jumat (10/4/2020). (surya.co.id/ahmad zaimul haq)

HM pun mengingatkan agar satpam itu menggunakan masker saat berobat.

Tapi, B tak terima dengan usulan itu.

Ia pun memukul HM.

"Karena tidak terima kemudian terlapor B melakukan pemukulan.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved