Breaking News:

Liga 1 2020

Soal Pemotongan Gaji Pemain, Presiden Persebaya & Madura United 1 Suara, Achsanul: Harus Ikut Empati

Persebaya Surabaya dan Madura United satu suara terkait polemik pemotongan gaji pemain di saat vakumnya kompetisi LIga 1 2020 akibat pandemi covid-19

dok.surya
Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda dan Presiden Madura United Achsanul Qosasi. 

SURYA.CO.ID - Persebaya Surabaya dan Madura United satu suara terkait polemik pemotongan gaji pemain di saat vakumnya kompetisi LIga 1 2020 akibat pandemi virus corona.

Pemotongan gaji pemain ini menjadi polemik setelah APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia) keberatan terhadap keputusan PSSI.

APPI menilai dalam surat keputusan PSSI bernomor 48/SKEP/III/2020 yang ditandatangani Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, pada 27 Maret lalu, terdapat beberapa keputusan sepihak, salah satunya terkait masalah gaji pemain.

Menurut APPI, keputusan tersebut seharusnya ada kesepakatan bersama antara pemain dan klub terlebih dahulu.

Namun, nyatanya sebagai perwakilan pemain, APPI merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan tersebut.

Presiden Madura United

Pemain Madura United berusaha menanduk bola saat laga menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Ratu Pamelingan Pamekasan, Senin (9/3/2020). Dalam pertandingan ini berakhir 0-0.
Pemain Madura United berusaha menanduk bola saat laga menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Ratu Pamelingan Pamekasan, Senin (9/3/2020). Dalam pertandingan ini berakhir 0-0. (surya.co.id/sugiharto)

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, menilai keputusan terkait pembayaran 25 persen gaji pemain selama masa penangguhan kompetisi tak perlu diperdebatkan lagi.

Menurut Achsanul Qosasi, semua pihak harusnya bisa memahami dan merenungkan bahwa kondisi yang terjadi saat ini tak normal.

Achsanul Qosasi mengatakan tidak semua pemain kontra dalam memandang pemotongan gaji.

Dia mengambil contoh pemain-pemain Madura United yang sudah bersepakat untuk menerima 25 persen gaji.

Halaman
1234
Penulis: Khairul Amin
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved