Virus Corona di Surabaya

Warga Kompak Menolak Jika Pemkot Surabaya Jadikan Rusunawa Pondok Benowo Indah untuk Isolasi PDP

Para warga Pondok Benowo Indah Surabaya tetap menolak jika rusunawa di wilayah mereka dijadikan tempat isolasi PDP Covid-19

SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Rusunawa Pondok Benowo Indah (PBI) yang direncanakan Pemerintah Kota Surabaya untuk dijadikan tempat isolasi Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid-19. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Para warga Pondok Benowo Indah (PBI) Surabaya tetap menolak jika rusunawa di wilayah mereka dijadikan tempat isolasi Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid-19.

Sumali, selaku perwakilan warga mengatakan upaya penolakan itu terus dilakukan. Pada dua hari yang lalu, Selasa (7/4/2020), warga mengirim surat penolakan itu kepada ketua DPRD Jawa Timur dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

"Untuk hari ini masih landai, belum ada keputusan. Tapi kemarin sudah berkirim surat penolakan isolasi, tapi belum dapat balasan," kata dia saat dihubungi, Kamis (9/4/2020).

Sumali juga mengungkapkan, di hari yang sama saat berkirim surat, warga sempat melakukan rapat dengan camat setempat.

Dalam rapat tersebut, lanjutnya, Camat Pakal dan Polsek Pakal memberikan penjelasan kepada warga bahwa Rusunawa PBI bukan dijadikan untuk tempat isolasi. Melainkan sebagai rumah karantina.

"Kemarin Selasa (7/4/2020). Jadi maksud karantina itu, misal ada yang datang dari luar negeri atau kota zona merah bisa menginap dulu selama 14 hari di situ," terang dia.

Mendengar penjelasan tersebut, warga sempat menyetujui jika Rusunawa PBI difungsikan hanya sebagai tempat karantina.

Kendati demikian, mereka pun tetap meminta jaminan ke Camat Pakal untuk meyakinkan bahwa tempat tersebut tidak digunakan tempat isolasi PDP Covid-19.

"Sebenarnya kemarin sudah mau deal.

Kalau ada jaminan, mungkin semua RT gak ada masalah. Tapi Pak Camat gak bisa jawab ya akhirnya masih ngambang lagi," pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, Rusunawa Pondok Benowo Indah yang baru saja selesai dibangun, dipersiapkan Pemkot Surabaya untuk menjadi tempat perawatan PDP.

Mendengar isu tersebut, sejumlah warga setempat kompak menolak.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved