Virus Corona di Tuban

PHRI Tuban Keluarkan 7 Poin Aturan bagi Restoran dan Rumah Makan di Tengah Wabah Covid-19

Ketua PHRI Tuban, Mirza Ali Manshur bersama Kasat lantas Polres Tuban, AKP Argo Budi Sarwono dalam rapat dengan pengusaha restoran maupun ojek online.

surya.co.id/m sudarsono
Ketua PHRI Tuban, Mirza Ali Manshur bersama Kasat lantas Polres Tuban, AKP Argo Budi Sarwono saat rapat dengan pengusaha restoran maupun ojek online menyikapi wabah corona atau covid-19, Kamis (9/4/2020). 

SURYA.co.id | TUBAN - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Tuban menggelar rapat dengan para pengusaha rumah makan atau restoran di wilayah setempat.

Rapat yang diinisiasi Satlantas Polres Tuban itu menindaklanjuti perkembangan virus corona atau covid-19, yang belum berakhir.

Pertemuan antarpengusaha makanan tersebut dihadiri 12 pihak restoran dan tiga paguyuban ojek online.

Hasilnya, ada beberapa poin yang disepakati untuk diterapkan di tengah wabah virus mematikan ini.

"Hasilnya ada tujuh poin dari pertemuan dengan pengusaha restoran atau rumah makan," kata Ketua PHRI Kabupaten Tuban, Mirza Ali Manshur kepada wartawan, Kamis (9/4/2020).

Dia menjelaskan hasil dari rapat tersebut, di antaranya agar seluruh karyawan restoran baik di dapur maupun di area penyajian menggunakan masker.

Kemudian menerapkan prosedur pengukuran suhu tubuh bagi pengunjung sebelum memasuki restoran. Lalu, penerapan physical distancing jarak antar kursi pengunjung 1,5 meter.

Berikutnya agar membersihkan area rumah makan sesering mungkin. Segera membersihkan meja kursi pelanggan yang sudah selesai melaksanakan makan, dengan cairan pembersih sebagaimana sudah di rekomendasikan oleh Dinas Kesehatan.

"Ada beberapa cara pencegahan penyebaran virus corona yang bisa dilakukan pihak restoran," ujar pria yang juga sebagai Ketua Koni Tuban.

Ditambahkannya, pihak resto juga harus memberikan edukasi kepada pelanggan agar menggunakan fasilitas atau jasa kurir, seperti delivery order untuk pemesanan makanan via Aplikasi Ojek Online.

Terakhir, pelanggan boleh makan di tempat dengan catatan pemilik restoran memberi himbauan atau sosialisasi kepada pengunjung resto, agar menjaga jarak antar pengunjung 1,5 meter dan cuci tangan dahulu sebelum dan sesudah makan.

"Ada beberapa hasil yang disepakati dalam rapat, saat selesai makan diharapkan segera kembali ke rumah masing-masing (tidak berkerumun, red)," pungkasnya.

Kasat lantas Polres Tuban, AKP Argo Budi Sarwono menyatakan, upaya yang dilakukannya dengan menghadirkan pengusaha restoran maupun ojek online adalah untuk mencari jalan tengah di saat wabah virus corona melanda.

"Kita tadi bahas bagaimana pelayanan dan penyajian pihak restoran kepada pengunjung saat wabah corona, kita libatkan ojek online juga," ucap Argo.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved