Berita Gresik

Warga Gresik Keluhkan Proyek Drainase yang Akibatkan Banjir

Proyek drainase 2019 kembali dikeluhkan masyarakat. Gorong-gorong yang awalnya untuk melancarkan saluran air malah menyebabkan banjir.

surya.co.id/willy abraham
Sampah-sampah berserakan yang sempat dibawa banjir di Ruas jalan di kawasan Pasar, Senin (6/4/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Proyek drainase 2019 kembali dikeluhkan masyarakat. Gorong-gorong yang awalnya untuk melancarkan saluran air malah menyebabkan banjir.

Seperti di perkampungan Jalan Harun Tohir yang kebanjiran. Banjir itu sudah dua kali terjadi semenjak drainase dibangun tahun 2019 lalu.

Menurut pantauan, luapan air itu lebih parah dari banjir akhir tahun lalu. Padahal, saluran drainase itu masih baru.

Rumah warga banyak yang terendam banjir. Padahal baru saja ada proyek gorong-gorong. Salah satu warga sekitar mengaku banjir ini yang terparah. Biasanya tidak sampai masuk rumah.

"Perabotan terendam semua,lantai saya sampai jebol," ucapnya.

Diketahui, hujan deras yang melanda Gresik selama lebih dari tiga jam itu merendam sejumlah ruas jalan. Seperti di area pasar, Kalitutup. Terlihat air cukup deras merendam jalan. Karena saluran air yang terendam dan intensitas hujan yang tinggi.

Sekertaris Konisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan sejak awal. Bahwa perencanaan proyek harus matang. Sebab, di Gresik seperti asal mengerjakan saja.

"Sudah dikerjakan fungsinya tidak ada, lagi-lagi warga jadi korban," kata dia.

Diketahui, untuk mengerjakan peningkatan jalan dan drainase itu, Pemkab Gresik menggelontorkan dana yang tidak sedikit. Yakni Rp 6 miliar.

Politisi asal Menganti ini menyebut, banjir itu terjadi karena saluran drainase yakni u-dicht terlalu kecil. Kemudian crossingan saluran juga kurang. Memang di lokasi itu terdapat sungai yang cukup besar. Namun jika hujan deras tetap saja tidak bisa menampung.

Saat banjir beberapa waktu lalu pihaknya sudah turun meninjau lokasi. Saat ini sesudah proyek selesai malah membuat warga kebanjiran.

"Banjir jadi bukti kalau proyek asal dikerjakan tidak berfunsi," pungkas politisi asal PKB ini.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved